Pelatihan untuk para calon petugas haji tahun 2026 resmi dimulai. Kementerian Haji (Kemenhaj) memilih pendekatan yang cukup ketat: semi militer. Rupanya, ini bukan tanpa alasan.
Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan detailnya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu lalu. Lokasinya di Jakarta.
“Diklat ini dirancang secara semi militer dan berlangsung dalam dua tahap,” jelasnya.
“Tahap pertama luring, berjalan dari 10 sampai 30 Januari. Setelah itu, dilanjutkan sesi daring mulai 2 hingga 8 Februari.”
Menurutnya, metode semi militer itu dipilih untuk beberapa hal krusial. Pertama, tentu soal fisik. Kondisi fisik yang prima mutlak diperlukan mengingat tugas di lapangan nanti sangat menantang. Kedua, kedisiplinan. Dan yang tak kalah penting, pemahaman medan.
“Kita memerlukan mereka fisik siap, disiplin siap, dan juga pemahaman medan yang baik,” ujar Gus Irfan menegaskan.
“Soal diklat untuk PPIH kloter, nanti akan kita gelar di asrama haji embarkasi masing-masing.”
Artikel Terkait
Rp 597 Juta untuk Buzzer: Pengakuan Marcella Santoso di Sidang Tipikor
Surplus Dagang Tembus Rekor, China Buktikan Ketangguhan Ekonomi di Bawah Tekanan Trump
Yusril: Putusan MK Sahkan Polisi Aktif Boleh Duduki Jabatan Sipil
Buron Eropa Ditangkap di Bali, Istri Baru Tahu Statusnya Saat Suami Diborgol