Pelatihan untuk para calon petugas haji tahun 2026 resmi dimulai. Kementerian Haji (Kemenhaj) memilih pendekatan yang cukup ketat: semi militer. Rupanya, ini bukan tanpa alasan.
Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan detailnya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu lalu. Lokasinya di Jakarta.
“Diklat ini dirancang secara semi militer dan berlangsung dalam dua tahap,” jelasnya.
“Tahap pertama luring, berjalan dari 10 sampai 30 Januari. Setelah itu, dilanjutkan sesi daring mulai 2 hingga 8 Februari.”
Menurutnya, metode semi militer itu dipilih untuk beberapa hal krusial. Pertama, tentu soal fisik. Kondisi fisik yang prima mutlak diperlukan mengingat tugas di lapangan nanti sangat menantang. Kedua, kedisiplinan. Dan yang tak kalah penting, pemahaman medan.
“Kita memerlukan mereka fisik siap, disiplin siap, dan juga pemahaman medan yang baik,” ujar Gus Irfan menegaskan.
“Soal diklat untuk PPIH kloter, nanti akan kita gelar di asrama haji embarkasi masing-masing.”
Di sisi lain, persiapan administratif juga sudah hampir tuntas. Data petugas hampir seluruhnya telah masuk ke sistem. Gus Irfan menyebut, per 20 Januari lalu, sebanyak 4.377 dari total 4.418 data petugas sudah diinput ke platform Nusuk Masar milik Arab Saudi. Angkanya mencapai 99,1%.
“Hampir semua sudah terdaftar,” katanya.
Sementara itu, rekrutmen untuk petugas pendukung yang akan bertugas di Arab Saudi sendiri masih terus berjalan.
Ada kabar menarik lainnya. Untuk tahun ini, terjadi peningkatan signifikan kuota petugas haji perempuan. Gus Irfan menyebut angkanya naik lebih dari 30% dibanding tahun sebelumnya.
“Ini sesuai dengan harapan kita,” tuturnya.
“Kita ingin tahun ini menjadi haji yang ramah bagi jemaah perempuan.”
Langkah ini sepertinya jadi sinyal kuat. Kemenhaj tak hanya menyiapkan petugas yang tangguh secara fisik dan disiplin, tapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua jemaah.
Artikel Terkait
BRI Danareksa Sebut Saham Dividen Tinggi Masih Menarik, Tapi Investor Diminta Selektif
PMI asal Indonesia Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido Jepang
Imigrasi Deportasi Warga AS Buronan Pelecehan Seksual, Satgas Cartenz Tangkap Penyalur Senpi ke KKB
Siswa Korban Perundungan Curhat ke Presiden Prabowo: Nyaris Putus Asa, Kini Jadi Aktivis Anti-Bullying