Panahan awalnya cuma saran orang tuanya untuk terapi penguatan tangan. Kini, olahraga itu membawanya ke panggung dunia.
"Membayangkan untuk menjadi Audi yang sekarang saja tidak pernah. Membayangkan bisa ke Paralimpiade juga tidak. Aku dulu di daerah saja masih seperti berat banget, masih banyak pikiran. Jadi sampai sini bersyukur dan berterima kasih," ungkapnya dengan haru.
"Kalau bisa nih, misal aku dapet medali nih satu, kalau bisa dibagi dicuwil-cuwil (dipotong-potong), maka kubagi ke mereka. Karena medali itu cuman satu, tapi orang di belakangnya tuh banyak banget yang mendukungku," imbuhnya.
Di sisi lain, persiapan tim secara keseluruhan berjalan solid. Rameez Ali Surya Negara, pelatih tim panahan Indonesia, memastikan para atlet yang merupakan andalan untuk Paralimpiade Los Angeles 2028 ini telah berlatih tanpa henti selama 12 bulan.
"Untuk sementara ini kami menargetkan raihan dua medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Akan tetapi kami optimistis dengan perolehan medali yang mungkin bisa lebih dari ekspektasi," tegas Rameez.
Tim Indonesia membawa 10 atlet, gabungan dari kategori Recurve dan Compound. Rameez menyoroti format pertandingan baru yang akan diterapkan di ajang kali ini. Menurutnya, ini mungkin disesuaikan dengan pola latihan tim tuan rumah.
"Kita melihat memang format pertandingannya baru, tidak seperti kompetisi-kompetisi pada umumnya. Tetapi yang jelas kami tetap siap, karena kebetulan format tim Thailand dan format tim Indonesia tidak jauh berbeda," ungkapnya.
Khusus untuk Audi, target dari pelatih cukup jelas: dua medali perak dari nomor Single Women Compound dan Mixed Compound.
"Insyaallah, semoga Audi bisa melesat menuju prestasi yang lebih baik," ucap Rameez penuh harap.
Kini, tinggal menunggu waktu. Semua persiapan, harapan, dan cerita perjuangan itu akan diuji di Nakhon Ratchasima. Audi siap membidik mimpinya, sekali lagi.
Artikel Terkait
Gerindra Gelar Sosialisasi Core Tax, Bekali Kader dari Pusat hingga Daerah
Fadli Zon: Jadikan Budaya Perekat Global di Tengah Dunia yang Carut-Marut
Gelombang WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Dibebaskan dari Sindikat Penipuan
Gugatan ke Mardiono Dicabut, Kuasa Hukum Soroti Sutradara di Baliknya