Semangat Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant sedang membara. Kembali ke Thailand, sang atlet panahan asal Yogyakarta ini punya misi: mengukir sejarah baru. ASEAN Para Games 2025 bukan sekadar ajang biasa baginya. Negeri Gajah Putih itu menyimpan kenangan manis yang ingin dia ulangi, bahkan lampaui.
Bagaimana tidak? Thailand adalah pijakan awal karier internasional Audi. Semuanya berawal di Bangkok tahun 2023, saat dia pertama kali mengenakan seragam Merah Putih di Asian Para Archery Championship. Saat itu, dia benar-benar membuat kejutan.
Dia tak cuma pulang membawa emas di nomor Women Single Compound. Prestasi gemilang itu juga membukakan pintu ke Paralimpiade Paris 2024. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk debutnya.
Cerita dua tahun lalu itulah yang kini jadi bahan bakar. Kembali ke Thailand untuk ASEAN Para Games, Audi berharap negeri itu masih bersahabat. Masih menjadi tempat dia menciptakan keajaiban.
"Ini pertama kali saya mengikuti ASEAN Para Games," ujar Teodora Audi, Minggu (18/1/2026).
Namun begitu, tantangannya kali ini berbeda. Arena pertandingan bukan lagi di Bangkok, melainkan di Nakhon Ratchasima, provinsi di Thailand Timur. Audi dan rekan-rekannya sudah mencoba menjajal venue baru itu. Karakteristiknya lain.
"Biasanya kalau lomba di Bangkok. Jadi sekarang beradaptasi lagi karena (venue para panahan) tidak rumput, agak berpasir. Itu pengaruh, seperti kering dan kena debu," jelasnya.
Meski ada tantangan baru, Audi sudah punya gambaran tentang peta kekuatan di Asia Tenggara, khususnya di nomor Women Compound yang dia geluti. Tapi bagi dia, musuh terbesar tetaplah dirinya sendiri.
"Ya ada sih lawan yang tangguh, salah satunya dari Singapura. Dia bagus," akunya.
Di balik target medali, ada cerita yang lebih dalam. Setiap bidikan panah Audi punya makna khusus. Dia ingin membalas dukungan banyak orang yang menopangnya sejak mengalami kecelakaan di usia 17 tahun. Kecelakaan itu membuatnya mengalami kelumpuhan di anggota gerak bawah.
Artikel Terkait
Gerindra Gelar Sosialisasi Core Tax, Bekali Kader dari Pusat hingga Daerah
Fadli Zon: Jadikan Budaya Perekat Global di Tengah Dunia yang Carut-Marut
Gelombang WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Dibebaskan dari Sindikat Penipuan
Gugatan ke Mardiono Dicabut, Kuasa Hukum Soroti Sutradara di Baliknya