Tol Palembang-Betung Siap Beroperasi Fungsional Nataru 2025
Jalan Tol Palembang-Betung akan segera beroperasi secara fungsional selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Ruas tol yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kepadatan lalu lintas selama musim mudik.
Pengoperasian Dua Arah Ruas Rengas-Pangkalan Balai
EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol Hutama Karya, Pulung Satyo Anggono, mengonfirmasi bahwa ruas jalan tol Palembang-Betung seksi 2 Rengas-Pangkalan Balai akan dioperasikan dengan sistem dua arah. "Nantinya kita buka 2 arah untuk ruas Rengas-Pangkalan Balai. Berbeda dari tahun sebelumnya," jelas Pulung.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Dalam persiapan pengoperasian fungsional ini, Hutama Karya telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Ditlantas Polda Sumatera Selatan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode Nataru.
Periode Operasional Fungsional
Ruas tol Palembang-Betung akan dibuka secara fungsional selama periode khusus, dimulai satu minggu sebelum Nataru dan akan berlanjut hingga satu minggu setelah periode liburan tahun 2025.
Prediksi Kepadatan Lalu Lintas Nataru 2025
Berdasarkan perkiraan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 20-21 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada tanggal 1-4 Januari 2026. Total volume kendaraan yang melintas di seluruh ruas tol Sumatera selama Nataru kali ini diperkirakan mencapai 2,1 juta kendaraan, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1,6 juta kendaraan.
Manfaat Tol Palembang-Betung
Keberadaan tol Palembang-Betung diharapkan tidak hanya mempersingkat waktu tempuh perjalanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumatera Selatan.
Artikel Terkait
Penerbangan ke Koroway Batu Ditutup Sementara Usai Penembakan Pesawat
Benzema Resmi ke Al-Hilal, Hidupkan Duel Klasik dengan Ronaldo di Liga Arab Saudi
IHSG Turun 0,31%, Analis Proyeksi Target Baru dan Rekomendasi Beli di Weakness
KPK Ungkap Korupsi di PN Depok Cerminkan Kerentanan Sistemik Peradilan