Status Tanggap Darurat Semeru Diperpanjang, Warga Diminta Tetap Siaga

- Selasa, 25 November 2025 | 02:15 WIB
Status Tanggap Darurat Semeru Diperpanjang, Warga Diminta Tetap Siaga
Update Status Gunung Semeru

Gunung Semeru belum juga reda. Aktivitas erupsinya terus berlanjut, mengeluarkan abu dan material vulkanik yang mengkhawatirkan. Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat.

Perpanjangannya berlaku sampai 2 Desember 2025.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, secara resmi mengumumkan keputusan ini. "Saya menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana alam akibat erupsi Gunung Semeru," ujarnya, seperti dilaporkan Antara pada Selasa (24/11/2025).

Alasannya jelas: untuk memastikan perlindungan yang maksimal bagi masyarakat. Selain itu, langkah ini diambil agar penanganan dampak bencana bisa berjalan tanpa hambatan. Meski status sebelumnya sudah habis, kenyataannya dampak erupsi masih nyata dirasakan warga. Kehidupan sehari-hari mereka masih terus terganggu.

"Perpanjangan status tanggap darurat berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai 26 November hingga 2 Desember 2025," jelas Indah.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/610/KEP/427.12/2025. Isinya menegaskan bahwa upaya penanggulangan darurat harus tetap dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan terpadu.

Di sisi lain, ini bukan cuma soal administrasi belaka. "Perpanjangan status tanggap darurat itu bukan sekadar prosedur administratif, tetapi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang masih ada," tegasnya.

Dengan dasar hukum ini, seluruh perangkat daerah, terutama BPBD, mendapatkan legitimasi untuk terus bekerja. Mulai dari penanganan darurat, pemulihan infrastruktur yang rusak, hingga perlindungan bagi warga yang terdampak. BPBD Lumajang sendiri siap memperkuat koordinasi dengan semua pihak, memantau kondisi pengungsi, memastikan stok logistik cukup, dan tentu saja melakukan mitigasi risiko secara berkelanjutan.

Sinergi, menurutnya, adalah kunci. Aparat daerah, relawan, dan masyarakat harus bergerak bersama. Tujuannya agar penanganan pascabencana ini lancar dan tepat sasaran.

"Dengan langkah itu diharapkan dampak sosial dan ekonomi dari erupsi Semeru dapat diminimalkan, sementara warga terdampak tetap mendapatkan perlindungan maksimal," harap Bupati.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh bantuan dan layanan darurat akan terus tersedia bagi warga yang membutuhkan, termasuk fasilitas kesehatan, evakuasi, dan pemulihan infrastruktur.

Ia pun berpesan agar masyarakat tetap waspada, menjaga keselamatan diri, dan patuh pada arahan petugas di lapangan.

"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Mari semuanya dihadapi situasi ini dengan tenang, disiplin, dan saling mendukung," tambahnya.

Lewat perpanjangan status ini, Lumajang sekali lagi menunjukkan ketangguhannya. Semangat gotong royong dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tetap menjadi perhatian utama.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar