Polres Depok Gandeng Ormas Jaga Kamtibmas Menjelang Idul Fitri 2026

- Kamis, 26 Februari 2026 | 16:40 WIB
Polres Depok Gandeng Ormas Jaga Kamtibmas Menjelang Idul Fitri 2026

Menjelang Idul Fitri 2026, suasana di Kota Depok mulai terasa berbeda. Polres Metro Depok tak tinggal diam. Mereka mengajak sejumlah ormas untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban. Kerja sama ini diharapkan bisa mencegah hal-hal yang tak diinginkan, seperti tawuran antarwarga. Selain itu, patroli juga akan digencarkan, terutama untuk mengawasi rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya mudik ke kampung halaman.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras. Kamis lalu (26/2/2026), dia memimpin apel 'Siaga Kamtibmas' di Lapangan Apel Tower Zamzam. Acara itu dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan perwakilan ormas se-Kota Depok. Dalam amanatnya, Abdul menekankan bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: menangkal segala potensi ancaman yang bisa mengganggu keamanan.

“Kehadiran rekan-rekan sekalian merupakan wujud nyata dan sikap tegas atas komitmen dan semangat yang sama dalam bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai potensi ancaman dan gangguan demi mewujudkan lingkungan yang aman dan tertib,” ujar Abdul.

Menurutnya, dinamika sosial sekarang ini berkembang begitu cepat. Gangguan bisa muncul dari hal-hal yang terlihat sepele. Misalnya, cuma lewat provokasi di media sosial atau kesalahpahaman antar-tetangga. Belum lagi persaingan antarkelompok atau aktivitas lain yang berpotensi memengaruhi suasana publik.

“Karena itu, target bersama sangat jelas, yakni menciptakan kondisi yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Dia merinci, rasa aman itu harus dirasakan oleh warga yang beraktivitas, pengguna jalan, pelaku usaha, hingga mereka yang beribadah. Bahkan keamanan di ruang digital pun tak boleh luput. Nyaman, dalam arti hadirnya rasa tenang dan kepastian bahwa negara hadir bersama masyarakat.

Abdul kemudian mengajak semua pihak untuk bersinergi. Saling jaga, saling ingatkan, dan saling dukung. Poin utamanya adalah pencegahan dan deteksi dini. Kolaborasi ini diharapkan tetap solid selama bulan Ramadan hingga puncak Lebaran nanti.

“Masyarakat diminta mematuhi aturan, menghormati sesama, menjaga sikap di ruang publik dan etika di ruang digital,” kata dia.

Khusus di bulan Ramadan dan mendekati Idul Fitri, warga diimbau untuk menghindari konvoi liar, keributan, atau perilaku lain yang bisa mengacaukan ketertiban. Selain itu, dia juga meminta semua pihak menolak tegas penyebaran provokasi, hoaks, ujaran kebencian, maupun ajakan kekerasan.

Abdul Waras mengingatkan, jangan mudah terpancing narasi yang memecah belah atau mendorong aksi anarkis. Setiap persoalan di lingkungan sekitar sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah. Caranya? Dengan mengedepankan koordinasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tentu saja Bhabinkamtibmas.

“Keempat, mengaktifkan kewaspadaan lingkungan melalui Satkamling dan Pokdarkamtibmas,” tegasnya.

Menyambut Idul Fitri, saat mobilitas meningkat dan banyak rumah kosong ditinggal mudik, ronda terjadwal dan pemantauan titik rawan harus benar-benar diperkuat.

“Pencegahan potensi tawuran, konflik, dan kejahatan jalanan dilakukan dengan pendekatan sopan, santun, dan humanis. Kelima, segera melaporkan setiap indikasi gangguan kamtibmas,” imbuhnya.

Di sisi lain, Abdul menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan secara damai dan sesuai aturan akan tetap dihormati. Namun begitu, segala bentuk kekerasan dan aksi anarkis yang merugikan masyarakat tak akan ditoleransi. Aksi seperti itu akan ditolak tegas.

“Mari kita buktikan 'Jaga Warga-Jaga Depok' sebagai gerakan nyata yang terlihat di lapangan, terukur hasilnya, dan terasa dampaknya bagi masyarakat,” pungkas Kombes Abdul Waras menutup arahan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar