"Pada tanggal 1 Juni 2026, tarif akan dinaikkan menjadi 25%. Tarif ini akan jatuh tempo dan harus dibayar sampai tercapai kesepakatan untuk pembelian Greenland secara lengkap dan total," imbuhnya dalam unggahan yang sama.
Di sisi lain, Trump punya pembenaran sendiri. Dia menilai langkah negara-negara Eropa itu bukan main-main, melainkan sebuah permainan berbahaya yang memicu risiko. Nah, menurutnya, menaikkan tarif justru merupakan langkah untuk menjaga perdamaian global. Gagasan yang bagi banyak pengamat terdengar paradoks.
"Negara-negara ini, yang memainkan permainan yang sangat berbahaya ini, telah menempatkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima atau berkelanjutan," kata Trump.
Dia kemudian menambahkan, "Oleh karena itu, sangat penting bahwa, untuk melindungi Perdamaian dan Keamanan Global, tindakan tegas diambil agar situasi yang berpotensi berbahaya ini berakhir dengan cepat, dan tanpa keraguan."
Jadi, begitulah situasinya sekarang. Ancaman tarif yang bisa mengguncang hubungan transatlantik, semua bermuara pada sebuah pulau es di utara yang terus memicu imajinasi sang mantan presiden.
Artikel Terkait
Menteri Luar Negeri Iran Tantang AS dan Israel: Kami Justru Menunggu Kedatangan Mereka
Liverpool Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Balas Dendam ke Wolverhampton
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka dalam Serangan ke Pangkalan UNIFIL di Lebanon Selatan
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Bolos Pemeriksaan dan Live TikTok