Masalah lain muncul saat menghadapi Kejadian Membahayakan Manusia atau KMM. Ambil contoh kasus dayung patah atau orang hanyut di sungai. Untuk menangani keadaan darurat semacam itu, Damkar Kabupaten Bogor hanya mengandalkan satu perahu.
Jelas sekali bahwa keterbatasan alat berat ini bisa jadi hambatan serius di lapangan. Padahal, seperti diakui Yudi, peralatan yang memadai adalah kunci efektivitas sebuah operasi penyelamatan.
Di tengah segala keterbatasan itu, para anggota Damkar tak lantas berdiam diri. Mereka berusaha maksimal dengan apa yang ada. Setiap hari, pemeriksaan rutin terhadap semua perlengkapan di dalam mobil unit dilakukan dengan cermat. Prosedur ini wajib, mengingat daftar peralatan yang harus disiapkan begitu panjang dan beragam.
Kesiapsiagaan menjadi kunci. Yudi memberi contoh nyata. Saat hujan deras mengguyur seperti beberapa waktu lalu, seluruh peralatan sudah disiapkan sejak dini.
Jadi, meski dihadapkan pada kekurangan sarana, semangat dan kesiagaan petugas di lapangan tampaknya tak perlu diragukan lagi. Mereka berusaha berbuat yang terbaik dengan sumber daya yang terbatas.
Artikel Terkait
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
Marseille Kalahkan Metz 3-1, Pacu ke Posisi Tiga Klasemen Ligue 1