Di sisi lain, pihak militer Israel menyatakan mereka sedang memeriksa laporan-laporan penyerangan ini. Belum ada tanggapan lebih lanjut.
Situasinya memang tetap tegang. Gencatan senjata yang dibawa AS awal Oktober lalu sebenarnya sudah mengurangi intensitas pertempuran antara Israel dan Hamas. Tapi ya, namanya juga gencatan yang rapuh. Kedua belah pihak masih saling tuduh melakukan pelanggaran, dan bentrokan kecil kerap terjadi.
Angka korban terus bertambah. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata berlaku, setidaknya 425 warga Palestina di Gaza telah tewas akibat operasi pasukan Israel. Sementara dari kubu seberang, militer Israel menyebut tiga tentaranya tewas dibunuh kelompok militan dalam periode yang sama.
Dua narasi, satu konflik yang sepertinya belum menemukan titik terang.
Artikel Terkait
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti
Muhammadiyah Bantah Terkait Laporan Polisi terhadap Pandji Pragiwaksono