Di kuartal terakhir 2025, PT Amman Mineral Internasional (AMMN) tercatat menggelontorkan dana yang tak sedikit untuk kegiatan eksplorasinya. Tepatnya, perusahaan merogoh kocek hingga 3,03 juta dolar AS, atau kalau dirupiahkan sekitar Rp50,90 miliar. Angka ini tentu menarik untuk disimak.
Nah, kegiatan pengeboran dan penyelidikan itu dilaksanakan oleh anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Fokusnya ada di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di IUPK Blok II dan III yang dikenal dengan nama Elang dan Rinti. Menariknya, untuk Blok I (Batu Hijau) dan Blok IV, perseroan sama sekali tidak melakukan eksplorasi lapangan. Alhasil, tidak ada pengeluaran yang dicatat untuk kedua area tersebut pada periode ini.
Lalu, apa rencana ke depannya? Menurut perusahaan, mereka akan melakukan tinjauan mendalam. Evaluasi atas hasil eksplorasi yang sudah dikerjakan ini nantinya jadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah strategis pengembangan wilayah tambang.
Kalau kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya, ternyata belanja kuartal IV ini sedikit lebih tinggi. Di kuartal II-2025, AMMN melalui AMNT 'hanya' menghabiskan dana eksplorasi sebesar 2,85 juta dolar AS untuk wilayah yang sama di Sumbawa itu.
Sementara dari sisi analis, ada pandangan yang cukup optimis. Riset Sucor Sekuritas per 9 Desember 2025 menyoroti satu hal.
Artikel Terkait
Trump Panggil Raksasa Minyak, Tawarkan Venezuela dengan Garansi 100 Miliar Dolar
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk