Angka-angka yang mereka bandingkan memang cukup mencengangkan. UMP DKI Jakarta untuk tahun depan ditetapkan di angka Rp 5,7 juta. Sementara itu, tetangganya, Kota Bekasi, punya UMP hampir Rp 6 juta. Kabupaten Karawang sendiri menetapkan Rp 5.886.853. Selisihnya terasa, dan itulah yang memantik kegerahan.
Di lapangan, tensi terasa jelas. Massa buruh dengan tegas membentangkan spanduk putih besar. Tulisan hitamnya menegaskan tuntutan: 'Revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100% KHL Sebesar Rp 5,88 juta per bulan'. Mereka juga mendesak pemberlakuan UMSP sebesar 5% di atas KHL. Suara mereka bersatu, menuntut keadilan yang menurut mereka hilang dalam hitungan upah.
Jadi, meski perdebatan angka terus berlangsung, satu hal yang jelas: tuntutan revisi UMP Jakarta masih akan terus bergema. Para buruh tampaknya belum akan berhenti menyuarakan aspirasinya.
Artikel Terkait
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera
Dua Perempuan Diamankan Polisi Diduga Lakukan Sumpah dengan Menginjak Al-Quran
Barcelona Hadapi Espanyol dalam Derby Catalunya, Usai Tekuk di Liga Champions