Lampu Huntara Menyala, Harapan Kembali di Desa Babo

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:50 WIB
Lampu Huntara Menyala, Harapan Kembali di Desa Babo

Tim Kemanusiaan Turun Langsung ke Desa Babo yang Porak-Poranda

Pada Kamis lalu, suasana di Desa Babo, Aceh Tamiang, sedikit berbeda. Datanglah rombongan dari Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), bersama IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan. Mereka menyisir lokasi bencana yang masih terlihat parah, lebih dari sebulan setelah banjir bandang melanda akhir November tahun lalu.

Jaraknya sekitar 40 KM dari kota. Tapi perjalanan ke sana tidaklah mudah. Akses jalannya masih rusak parah, bekas terjangan air yang tak main-main. Desa ini termasuk yang paling menderita. Rumah-rumah hancur total, infrastruktur porak-poranda, listrik mati. Kehidupan warga seperti terhenti.

Menurut sejumlah saksi, air waktu itu datang setinggi 15 meter. Menerjang dengan deras, menyapu apa saja yang dilewati. Banyak rumah ikut terseret arus. Aktivitas warga dan roda perekonomian lumpuh total seketika.

Hingga kini, kebutuhan mereka masih sangat besar. Hunian sementara, makanan, air bersih, obat-obatan semuanya mendesak. Kondisi di pengungsian sementara pun memprihatinkan. Butuh pemulihan yang tidak sebentar.

Tim yang dipimpin Dr. Dwi Sudharto dari Yayasan RSIB ini tak datang sendirian. Ada juga H. Heri Haerudin dari IPHI, Eddy Tasman dan H. Adriansyah Armawi dari Yayasan RSIB, serta Ustaz Salam dari Binjai. Beberapa aktivis lembaga pendidikan Al Munadi turut serta.

Di lokasi, khususnya di daerah dataran tinggi, mereka langsung bergerak. Tujuh unit hunian sementara (huntara) dibangun, lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Musala, dapur umum, MCK, sampai alat penerangan disiapkan untuk warga.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Dr. Dwi Sudharto kepada Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan.

Bantuan yang diberikan cukup komprehensif. Mulai dari huntara, musala dengan karpet sajadah, dapur umum lengkap, enam unit MCK, hingga jaringan air bersih dengan menara air dan sumur bor. Juga ada lampu tenaga surya, paket mukena, sarung, baju koko, sembako, dan tak lupa, paket obat-obatan yang mencakup 26 jenis obat.

Dr. Dwi mengungkapkan rasa syukurnya bisa datang langsung dan menyerahkan bantuan. "Kami berharap ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di sini," katanya.

Sambutan dari warga terasa hangat.

"Bersyukur kepada Allah," ujar Kepala Desa Khairi Ramadhan dengan suara bergetar. "Atas nama warga Desa Babo, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini. Semoga kebaikan semua pihak dibalas berlipat."

Kegiatan hari itu ditutup dengan makan malam bersama. Kepala desa, warga, dan seluruh tim kemanusiaan duduk berkumpul. Dan ada kejutan kecil yang membahagiakan: tepat saat mereka makan, listrik di komplek huntara tiba-tiba menyala. Lampu-lampu itu akhirnya bisa digunakan, menerangi malam di Desa Babo yang perlahan mulai bangkit.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar