Tim Kemanusiaan Turun Langsung ke Desa Babo yang Porak-Poranda
Pada Kamis lalu, suasana di Desa Babo, Aceh Tamiang, sedikit berbeda. Datanglah rombongan dari Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), bersama IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan. Mereka menyisir lokasi bencana yang masih terlihat parah, lebih dari sebulan setelah banjir bandang melanda akhir November tahun lalu.
Jaraknya sekitar 40 KM dari kota. Tapi perjalanan ke sana tidaklah mudah. Akses jalannya masih rusak parah, bekas terjangan air yang tak main-main. Desa ini termasuk yang paling menderita. Rumah-rumah hancur total, infrastruktur porak-poranda, listrik mati. Kehidupan warga seperti terhenti.
Menurut sejumlah saksi, air waktu itu datang setinggi 15 meter. Menerjang dengan deras, menyapu apa saja yang dilewati. Banyak rumah ikut terseret arus. Aktivitas warga dan roda perekonomian lumpuh total seketika.
Hingga kini, kebutuhan mereka masih sangat besar. Hunian sementara, makanan, air bersih, obat-obatan semuanya mendesak. Kondisi di pengungsian sementara pun memprihatinkan. Butuh pemulihan yang tidak sebentar.
Tim yang dipimpin Dr. Dwi Sudharto dari Yayasan RSIB ini tak datang sendirian. Ada juga H. Heri Haerudin dari IPHI, Eddy Tasman dan H. Adriansyah Armawi dari Yayasan RSIB, serta Ustaz Salam dari Binjai. Beberapa aktivis lembaga pendidikan Al Munadi turut serta.
Artikel Terkait
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur
Siswi SMP Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kali Terpencil Sikka
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa untuk Ramadan Tahun Ini
Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Luncurkan Kolom Abu 600 Meter