PSG Minta Penundaan Laga Lawan Lens, Klub Pesaing Tolak Tegas

- Selasa, 24 Maret 2026 | 16:00 WIB
PSG Minta Penundaan Laga Lawan Lens, Klub Pesaing Tolak Tegas
Kontroversi Penundaan Laga PSG

JAKARTA – Paris Saint-Germain membuat langkah yang cukup mengejutkan. Menjelang duel panas melawan Liverpool di perempat final Liga Champions, klub ibukota Prancis itu secara resmi minta jadwal liga domestiknya ditunda. Mereka ingin pertandingan melawan RC Lens, yang seharusnya digelar 11 April, diundur.

Ligue de Football Professionnel (LFP) sudah mengonfirmasi permintaan itu. Alasan PSG jelas: jadwal mereka terlalu mencekik. Coba bayangkan, pada 9 April mereka harus menjamu Liverpool di Parc des Princes. Lalu, hanya berselang dua hari, mereka dijadwalkan bertandang ke Lens. Setelah itu, pada 15 April, mereka sudah harus terbang ke Anfield untuk leg kedua. PSG berargumen, mereka butuh jeda untuk menjaga kebugaran dan fokus di ajang Eropa.

Tapi, permintaan itu langsung memantik kontroversi. Dan pihak pertama yang menolak dengan keras adalah RC Lens sendiri.

Lens Tak Mau Beri Keringanan

Penolakan Lens punya alasan kuat. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa; ini duel puncak klasemen. PSG dan Lens cuma beda satu poin. Hasil pertandingan ini bisa mengubah peta perburuan gelar Ligue 1 musim ini. Bagi Lens, ini momentum bersejarah untuk mengejar gelar pertama sejak 1998.

Pelatih Lens, Pierre Sage, bersikap tegas. Menurutnya, jadwal padat adalah risiko semua tim, bukan alasan untuk minta perlakuan khusus.

“Kami juga punya jadwal yang padat, termasuk Piala Prancis. Itu bagian dari kompetisi. Semua tim harus siap,” ujar Sage.

Selain itu, Lens sendiri sedang bersiap untuk semifinal Coupe de France melawan Toulouse pada 22 April. Jadi, bagi mereka, menambah jadwal ulang sama sekali tidak realistis.

Efek Domino dan Kenangan Pahit

Ini bukan pertama kalinya PSG meminta keringanan seperti ini. Sebelumnya, saat menghadapi Chelsea di fase sebelumnya Liga Champions, mereka juga dapat penundaan jadwal liga. Saat itu, PSG punya waktu istirahat lebih panjang, sementara Chelsea harus berjuang di tengah jadwal padat Premier League. Hasilnya? Chelsea tersingkir dengan agregat yang cukup telak.

Kebijakan serupa sebelumnya sudah bikin geram. Penundaan laga PSG melawan Nantes dulu sempat memicu protes suporter, yang merasa tim mereka dirugikan karena harus main dengan jadwal yang berantakan.

Nah, kali ini efeknya seperti domino. Klub lain, Strasbourg, juga dilaporkan mengajukan permintaan serupa untuk menunda laga melawan Brest. Alasannya mirip: bentrok dengan jadwal kompetisi Eropa.

Sekarang, LFP ada di posisi yang serba salah. Di satu sisi, mereka tentu ingin klub-klub Prancis sukses di Eropa. Tapi di sisi lain, keadilan kompetisi domestik juga harus dijaga. Jangan sampai ada kesan klub besar dapat fasilitas khusus.

Dengan tensi di puncak klasemen yang makin panas, keputusan LFP soal permintaan PSG ini pasti akan jadi sorotan tajam dalam hari-hari mendatang. Semuanya sedang menunggu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar