Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Barang Milik Negara (BMN) bukanlah sekadar aset administratif, melainkan amanah rakyat yang wajib dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab. Menurutnya, BMN merupakan simbol kehadiran negara sekaligus bukti bahwa negara tidak boleh abai terhadap rakyat kecil. Pernyataan itu disampaikan saat menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, hari ini.
Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Program ini sejalan dengan upaya Kementerian Sosial yang mendorong masyarakat miskin menuju graduasi. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk hidup mandiri dan lebih sejahtera.
“Mari kita memahami apa yang dijalankan oleh Pak Presiden sekarang ini, supaya di dalam kerja-kerja teknis, kerja-kerja operasional nanti, dari memulai proses pengajaran sampai mengurus persoalan teknis seperti mengurusi barang milik negara, kita betul-betul punya satu semangat kebangsaan bahwa kita bagian dari perubahan besar yang sekarang sedang dilakukan oleh Bapak Presiden,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Kepada para pengelola BMN, dia mengingatkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menjaga barang-barang milik negara. “Hari ini kita tidak sedang berbicara sekadar tentang meja, tentang kursi, gedung, kendaraan, komputer atau inventaris negara. Kita sedang berbicara tentang amanah rakyat. Tentang harapan orang-orang kecil yang menitipkan masa depan anak-anaknya kepada negara,” jelasnya.
Melalui Sekolah Rakyat, semangat dan harapan anak-anak yang putus sekolah atau tidak bisa bersekolah kembali tumbuh. Mereka dijemput, didampingi, dan diantarkan untuk mewujudkan cita-cita mereka. “Setiap bangku yang ada di sekolah rakyat, setiap lembar kasur di asrama, setiap laptop yang digunakan siswa untuk belajar, setiap piring makanan yang disajikan di dapur sekolah, semuanya berasal dari uang rakyat. Ini yang harus diperhatikan,” ucap Agus Jabo.
Dia menambahkan bahwa semua fasilitas tersebut berasal dari uang rakyat yang dititipkan. “Dari pajak para pedagang kecil di pasar, dari keringat buruh yang bekerja di pabrik-pabrik selama 8 jam kadang lembur, dari hasil panen petani, dari kerja keras nelayan yang berangkat sebelum matahari terbit, barang-barang yang kita urus nanti itu berasal dari pajak-pajak yang diambil dari saudara-saudara kita,” tuturnya.
“Saudara adalah garda yang memastikan setiap barang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” sambung Agus Jabo. Dia menguraikan, jika aset negara rusak karena kelalaian, rakyat yang akan dirugikan. Jika aset negara hilang karena ketidakjujuran, rakyat yang kehilangan haknya. Apabila ada tindakan korupsi dalam pengelolaan BMN, maka yang dikhianati bukan hanya negara, tetapi masa depan anak-anak miskin Indonesia.
“Jangan pernah bermain-main dengan amanah ini. Hindari segala bentuk penyimpangan, hindari manipulasi, penghilangan aset, penggunaan kepentingan pribadi, atau praktik-praktik yang mencederai kepercayaan rakyat,” ungkapnya. Dia mengajak untuk membangun budaya malu terhadap korupsi, membangun integritas, dan menjadi bagian dari perubahan besar serta kebangkitan bangsa.
“Di tangan bapak ibu, semua keberlangsungan sekolah rakyat dipertaruhkan. Di tangan saudara, uang rakyat diamanahkan agar benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Sebagai informasi, Pelatihan Pengelolaan BMN telah berlangsung sejak 5 Mei 2026 dan diikuti oleh 332 peserta. Mereka terdiri dari 166 wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan 166 pengelola barang milik negara dari Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Pengumpulan Fee Proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Kapolri Mutasi Besar-besaran, Komjen R Z Panca Putra Jabat Kalemdiklat Polri
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Resmi Dibuka Kembali Setelah Lima Bulan Tutup Akibat Cuaca Ekstrem
Polisi Surabaya Bongkar Sindikat Joki UTBK, Tarif Capai Rp700 Juta per Klien