Gelombang demonstrasi masih terus mengguncang Iran. Pada Sabtu (10/1), aksi protes yang sudah berlangsung dua pekan ini tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, ada seruan yang lebih keras dari luar negeri.
Reza Pahlavi, sang putra mahkota terakhir dari era Dinasti Pahlavi yang kini hidup di pengasingan di AS, mendesak para demonstran untuk melangkah lebih jauh. Ia mendorong mereka tidak sekadar memenuhi jalanan, tapi bersiap untuk merebut kota-kota besar.
“Tujuan kami bukan cuma menguasai jalanan,” ujarnya, seperti dilaporkan AFP.
“Tujuan kami adalah bersiap merebut dan menguasai pusat-pusat kota. Saya akan kembali ke tanah air saya, dan saya percaya waktunya sudah dekat.”
Di dalam negeri, situasinya tetap tegang. Jalan-jalan utama di Teheran masih dipenuhi massa sejak Jumat kemarin. Suara-suara sumbang bahkan terdengar, dengan teriakan “Mati Khamenei” mewarnai aksi. Tidak hanya di ibu kota, kota-kota lain seperti Mashhad, Tabriz, dan Hamedan juga bergolak.
Artikel Terkait
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap
KPK Ungkap Modus Potong Pajak Rp75 Miliar Jadi Rp15 Miliar di Jakut