Di Istana Basman, Amman, Presiden Indonesia Prabowo Subianto duduk berhadapan dengan Raja Abdullah II dari Yordania. Pertemuan bilateral itu berlangsung hangat, dan Prabowo tak lama kemudian menyampaikan isi hatinya. Keprihatinan Indonesia terhadap situasi di Gaza menjadi poin utama pembicaraan.
“Jadi terima kasih banyak, Yang Mulia, atas tawaran dukungan yang baik bagi kontingen kami,” ujar Prabowo, Rabu lalu.
Dia melanjutkan, “Kami berharap dapat menjalin koordinasi dan kerja sama yang erat, karena Anda berada paling dekat dengan persoalan di Gaza.”
Namun begitu, perhatiannya tidak hanya tertuju pada Gaza. Prabowo juga menyoroti situasi di Tepi Barat dengan nada serius. Menurutnya, perkembangan di sana bisa menggagalkan upaya-upaya yang sedang dilakukan.
“Kami sangat prihatin terhadap permasalahan di Tepi Barat. Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza,” imbuh Kepala Negara.
Di sisi lain, pertemuan itu juga menyoroti kesamaan pandangan antara kedua negara. Indonesia dan Yordania, bersama banyak negara di kawasan, sama-sama mendorong stabilitas dan penyelesaian konflik. Untuk itulah Prabowo menekankan pentingnya koordinasi yang lebih ketat.
“Karena itu, kami ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama ini,” tegasnya.
Dia menambahkan, “Saya pikir tim saya akan bekerja sangat dekat dengan tim Anda. Agar kita selalu memahami situasi secara menyeluruh. Dan mengetahui dengan tepat apa yang akan terjadi.”
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu, 10 Juni 2026
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu di Bogor, Pemilik Anjing Jadi Tersangka