Operasi gabungan BNN berhasil menggerebek sebuah laboratorium rahasia di Tangerang. Targetnya: pabrik tembakau sintetis ilegal. Tiga orang diamankan, termasuk seorang koki yang bertugas memproduksi narkotika jenis MDMB-4en-Pinaca.
Menurut keterangan resmi, pengungkapan ini berawal dari informasi warga. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim dari Direktorat Intelijen, Psikotropika dan Prekursor, serta Penindakan BNN. Mereka butuh waktu sekitar dua bulan untuk mengumpulkan bukti dan memastikan lokasinya.
Akhirnya, pada Jumat (9/1), penggerebekan dilakukan.
"Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi tembakau sintetis selama kurang lebih 2 bulan,"
tulis Biro Humas BNN dalam rilisnya, Sabtu (10/1/2026).
Di lokasi, petugas meringkus tiga tersangka. Mereka adalah ZD, yang disebut sebagai otak sekaligus koki produksi. Lalu ada FH, yang tugasnya mengetes kualitas barang. Serta seorang kurir bernama Fir.
Dari pengakuan pelaku, bahan baku prekursor, bahan kimia, hingga peralatan lab mereka dapatkan secara online. Cukup mudah, dan itu yang membuat BNN waspada.
Barang bukti yang disita cukup banyak. Ada 153 gram MDMB-4en-Pinaca cair, lalu 808,9 gram dalam bentuk padatan, plus sisa residu. Tak ketinggalan, berbagai bahan kimia dan perangkat laboratorium yang digunakan untuk proses produksi turut diamankan.
BNN menyebut, dari kasus ini mereka berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa dari bahaya narkoba. Tapi pekerjaan belum selesai. Penyidik masih akan mendalami jaringan di balik operasi ilegal ini. Sementara itu, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 610 Ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 2026. Ancaman hukumannya berat: penjara maksimal 15 tahun atau denda hingga Rp 500 juta.
Artikel Terkait
KPK Sita Emas dan Miliaran Rupiah dalam OTT Pejabat Pajak
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah
KPK Amankan Pejabat Pajak Jakarta Utara dalam OTT Suap Rp 4 Miliar
Pajak Rp75 Miliar Menyusut Drastis, Lima Tersangka Terjerat Kasus Suap di KPP Jakarta Utara