Taipan Chen Zhi, buron kasus penipuan kripto internasional, akhirnya diamankan. Penangkapan sang Chairman Prince Holding Group ini terjadi di Kamboja. Dia dituding sebagai otak di balik penipuan kripto skala masif dengan modus yang kejam: skema 'pig butchering' atau 'sembelih babi'.
Menurut laporan AP News, Kamis (8/1/2026), pemerintah Kamboja berhasil menangkap Chen pada Rabu (7/1). Tak butuh waktu lama, dia langsung diekstradisi ke China.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengungkapkan, penangkapan Chen dan dua warga China lainnya ini buah dari penyelidikan berbulan-bulan. Semua dilakukan atas permintaan otoritas China. Nah, soal kewarganegaraan, ini menarik. Chen ternyata punya kewarganegaraan ganda. Namun, status kewarganegaraan Kamboja-nya sudah lebih dulu dicabut pada Desember lalu.
Reputasinya sebagai filantropis ternyata hanyalah topeng. Sejak Oktober 2025, Departemen Keuangan AS dan Kantor Luar Negeri Inggris sudah menudingnya sebagai kepala jaringan kriminal transnasional. Jaringannya diduga menipu korban dari berbagai penjuru dunia dan mengeksploitasi pekerja yang jadi korban perdagangan manusia.
Artikel Terkait
PBNU Dukung Larangan Vape Jika Terbukti Jadi Alat Peredaran Narkoba
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik