Firasat Terakhir Epy Kusnandar: Cerita Istri Soal Pergeseran Spiritual Jelang Kepergian

- Kamis, 04 Desember 2025 | 21:10 WIB
Firasat Terakhir Epy Kusnandar: Cerita Istri Soal Pergeseran Spiritual Jelang Kepergian

Istri Epy Kusnandar Bongkar Firasat Suaminya Sebelum Meninggal

Duka masih begitu terasa. Setelah Epy Kusnandar dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis lalu, istrinya, Karina Ranau, akhirnya berbicara. Dalam suasana hati yang berat, ia membagikan sesuatu yang mengganjal: firasat suaminya sendiri jelang akhir hayat.

Menurut Karina, Epy adalah tipe orang yang suka bercerita. Setiap hari, tanpa lelah, ia selalu berbagi cerita sepulang dari aktivitas di luar. Tapi obrolan mereka bukan sekadar omongan ringan. Percakapan itu justru kerap masuk ke hal-hal yang dalam, semacam evaluasi harian tentang hidup.

"Banyak. Setiap hari, setiap kejadian," ujar Karina saat ditemui di lokasi pemakaman, Kamis (4/12).

"Pulang dari luar, kita pasti duduk berdua bercerita. Dia cerita apa yang terjadi hari ini, rencana besok, rencana nanti. Intinya, setiap hari kita evaluasi."

Namun begitu, ada yang berubah di hari-hari terakhir. Karina melihat ada pergeseran pada diri Epy, terutama secara spiritual. Sang suami tampak lebih khusyuk. Bahkan, keinginan kuat untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci pun mengemuka. Itu jadi cita-citanya yang terakhir.

"Suami yang soleh, taat beribadah. Ada keinginan almarhum untuk umroh. Sudah jadi cita-cita akhir pun kemarin itu," cerita Karina dengan nada haru.

Sayangnya, keinginan itu tak sempat terwujud. Meski begitu, Karina bertekad bulat. Ia berjanji akan mewujudkan niat Epy itu suatu hari nanti.

"Insyaallah. Ini perjanjian suci, bentuk pengabdian buat saya, dan mungkin buat semuanya," janjinya tegas.

Di sisi lain, Karina juga menyempatkan diri meminta maaf. Ia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan media, kalau-kalau selama ini Epy punya salah kata atau sikap.

"Maafin Kang Epy ya," pinta Karina.

"Selama jadi public figure, selama beliau hidup, mungkin ada sikap, ucapan, atau perbuatan yang kurang berkenan. Mohon dimaafkan. Dibukakan pintu maaf yang sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan suami saya dilancarkan perjalanannya menuju surga. Amin ya Allah."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar