Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan ambisinya terhadap Greenland. Kali ini, di hadapan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih, ia terang-terangan menyatakan niatnya untuk mengakuisisi pulau itu. Entah dengan cara mudah, atau dengan cara yang sulit.
"Saya ingin membuat kesepakatan, Anda tahu, dengan cara yang mudah," ujar Trump.
"Tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara yang mudah, kita akan melakukannya dengan cara yang sulit."
Pernyataan tegas itu disampaikan Sabtu lalu, dan langsung mencuatkan kembali wacana yang sempat ramai beberapa tahun silam. Bagi Trump, Greenland bukan sekadar hamparan es. Ia melihatnya sebagai aset strategis yang krusial bagi keamanan nasional Amerika, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di kawasan Arktik. Pulau itu kaya mineral, dan posisinya sangat penting.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya opsi ekstrem dipertimbangkan. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Rabu, Sekretaris Pers Karoline Leavitt sudah memberi sinyal kuat. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan bahwa menguasai Greenland adalah prioritas keamanan nasional AS untuk menghadapi musuh di Arktik.
Artikel Terkait
Jadwal Imsakiyah Digital 2026 Sudah Rilis, Ini Cara Mengeceknya
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Restui Usulan Relaksasi
Taksi Listrik Ngamuk, Hancurkan Restoran Ayam Goreng di Tangerang
Menteri Tito Izinkan Warga Manfaatkan Kayu Hanyut untuk Bangun Kembali Rumah