Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan ambisinya terhadap Greenland. Kali ini, di hadapan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih, ia terang-terangan menyatakan niatnya untuk mengakuisisi pulau itu. Entah dengan cara mudah, atau dengan cara yang sulit.
"Saya ingin membuat kesepakatan, Anda tahu, dengan cara yang mudah," ujar Trump.
"Tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara yang mudah, kita akan melakukannya dengan cara yang sulit."
Pernyataan tegas itu disampaikan Sabtu lalu, dan langsung mencuatkan kembali wacana yang sempat ramai beberapa tahun silam. Bagi Trump, Greenland bukan sekadar hamparan es. Ia melihatnya sebagai aset strategis yang krusial bagi keamanan nasional Amerika, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di kawasan Arktik. Pulau itu kaya mineral, dan posisinya sangat penting.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya opsi ekstrem dipertimbangkan. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Rabu, Sekretaris Pers Karoline Leavitt sudah memberi sinyal kuat. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan bahwa menguasai Greenland adalah prioritas keamanan nasional AS untuk menghadapi musuh di Arktik.
"Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik," kata Leavitt.
Ia pun mengaku bahwa Trump dan timnya masih terus membahas berbagai opsi. Dan ya, salah satu opsi yang ada di meja adalah penggunaan kekuatan militer.
"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini," jelasnya.
"Dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi."
Jadi, narasinya sudah jelas. Dari pertemuan internal hingga pernyataan resmi, pesannya konsisten: Greenland adalah target. Pertanyaannya sekarang, jalan mana yang akan ditempuh? Diplomasi, atau jalan lain yang lebih berisiko? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun di Palmerah Jadi Korban Pencabulan Pemuda 18 Tahun, Terungkap dari Dompet di Kamar Korban
Kiai dan Akademisi Solo Raya Gelar Halaqah Jelang Muktamar NU ke-35, Soroti Peran Moral Ulama
Gubernur Sumsel Herman Deru Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden atas Program Rehabilitasi Mangrove
Wakil MPR: Empat Pilar Kebangsaan Miliki Dimensi Ekologis yang Sering Terabaikan