IHSG Tembus 9.000, Rekor Baru dan Euforia Investor Warnai Awal 2026

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:15 WIB
IHSG Tembus 9.000, Rekor Baru dan Euforia Investor Warnai Awal 2026

Pekan perdagangan pertama di tahun 2026 ternyata membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia. IHSG, sang barometer utama, melesat cukup tajam dengan penguatan 2,16 persen. Posisinya kini bertengger di 8.936,754, naik dari level penutupan pekan sebelumnya di 8.748,132.

Kalau dilihat dari data Bursa Efek Indonesia untuk periode 5-9 Januari, semuanya serba naik. Yang paling mencolok adalah volume transaksi harian rata-rata. Angkanya melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar saham. Sepekan sebelumnya, volume 'hanya' 41,72 miliar lembar.

Nilai transaksi harian pun ikut meroket. Peningkatannya sebesar 44,68 persen, sehingga nilai rata-ratanya mencapai Rp31,45 triliun. Tak ketinggalan, frekuensi perdagangan juga ikut panas, naik 42,74 persen menjadi hampir 4 juta kali transaksi per hari.

Puncak euforia terjadi di pertengahan pekan. Rabu, 7 Januari 2026, menjadi hari bersejarah. IHSG berhasil menutup perdagangan di level 8.944,813, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Namun begitu, rekor itu rasanya tak bertahan lama. Esok harinya, Kamis (8/1), indeks bahkan sempat menyentuh level psikologis yang dinanti-nanti: 9.000. Secara intraday, IHSG menyentuh puncak di 9.002,92 sebelum akhirnya turun lagi. Momen itu cukup membuat pelaku pasar bergembira.

Sejalan dengan kinerja indeks, kapitalisasi pasar BEI juga membesar. Tercatat ada penambahan 1,79 persen menjadi Rp16.301 triliun. Angka ini tentu mencerminkan optimisme yang meluas di antara investor.

Di sisi lain, investor asing tampaknya tak mau ketinggalan. Catatan Jumat (9/1) menunjukkan mereka melakukan pembelian bersih atau net buy senilai Rp2,56 triliun dalam sehari. Dan kalau dirunut sejak awal tahun, akumulasi net buy mereka sudah mencapai Rp3,1 triliun. Sebuah sinyal yang cukup positif.

Secara keseluruhan, awal tahun ini memberikan start yang menggembirakan. Tinggal menunggu, apakah momentum ini bisa bertahan di pekan-pekan mendatang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar