Pekan perdagangan pertama di tahun 2026 ternyata membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia. IHSG, sang barometer utama, melesat cukup tajam dengan penguatan 2,16 persen. Posisinya kini bertengger di 8.936,754, naik dari level penutupan pekan sebelumnya di 8.748,132.
Kalau dilihat dari data Bursa Efek Indonesia untuk periode 5-9 Januari, semuanya serba naik. Yang paling mencolok adalah volume transaksi harian rata-rata. Angkanya melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar saham. Sepekan sebelumnya, volume 'hanya' 41,72 miliar lembar.
Nilai transaksi harian pun ikut meroket. Peningkatannya sebesar 44,68 persen, sehingga nilai rata-ratanya mencapai Rp31,45 triliun. Tak ketinggalan, frekuensi perdagangan juga ikut panas, naik 42,74 persen menjadi hampir 4 juta kali transaksi per hari.
Puncak euforia terjadi di pertengahan pekan. Rabu, 7 Januari 2026, menjadi hari bersejarah. IHSG berhasil menutup perdagangan di level 8.944,813, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi baru sepanjang masa.
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Picu Gelombang Pinjol, OJK Waspadai Dominasi Kredit Konsumtif
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas
BEI Dibanjiri Emisi Baru, IHSG Nyaris Sentuh 9.000 di Awal 2026