Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang digulingkan, tak mau tinggal diam. Dari tempat tinggalnya di Washington, ia menyaksikan gelombang protes di tanah kelahirannya yang tak kunjung reda. Dan sekarang, ia mengarahkan seruannya langsung ke Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Intinya: butuh bantuan, dan butuh sekarang.
Lewat sebuah unggahan di media sosial, Pahlavi menulis dengan nada mendesak.
Memang, ia tak merinci bentuk intervensi seperti apa yang diinginkannya. Tapi pesannya jelas. Ia menyoroti dua hal: pemadaman internet skala nasional yang kerap terjadi, dan ancaman kekerasan terhadap para demonstran yang terus membayangi. Situasinya genting, begitu kira-kira kesan yang ingin disampaikan.
Artikel Terkait
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah
KPK Amankan Pejabat Pajak Jakarta Utara dalam OTT Suap Rp 4 Miliar
Pajak Rp75 Miliar Menyusut Drastis, Lima Tersangka Terjerat Kasus Suap di KPP Jakarta Utara
Makanan Bergizi untuk Balita Viral, Cuma Dibungkus Kantong Kresek