Menurutnya, seruan untuk turun ke jalan sudah dijawab rakyat. “Tadi malam mereka melakukannya,” tulis Pahlavi. Ia merasa ancaman dari pihak AS selama ini sedikit banyak telah membatasi gerak “preman rezim”. Tapi waktu terus berjalan, dan momen ini tak boleh disia-siakan.
Di sisi lain, strategi protesnya pun tampak berubah. Bukan sekadar aksi turun ke jalan lagi. Dalam sebuah pesan video terpisah, Pahlavi mendorong warga Iran untuk lebih terarah dan ambisius.
Ia mendesak agar aksi dipergiat pada hari Sabtu dan Minggu. Dan yang cukup menarik, ada janji personal yang ia selipkan. Pahlavi mengaku sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke Iran di suatu hari yang “sangat dekat”. Sebuah pernyataan yang tentu saja punya bobot simbolis yang kuat, mengingat statusnya dan sejarah keluarganya.
Artikel Terkait
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Parade Imlek di Lapangan Banteng
Pemkot Tutup Celah Pagar Taman Cawang untuk Cegah Aktivitas Asusila
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Rute Jakarta-Bogor Berhasil Diamankan
IDAI Peringatkan Lonjakan Kasus Campak pada Anak Imbas Cakupan Imunisasi Rendah