Menurutnya, seruan untuk turun ke jalan sudah dijawab rakyat. “Tadi malam mereka melakukannya,” tulis Pahlavi. Ia merasa ancaman dari pihak AS selama ini sedikit banyak telah membatasi gerak “preman rezim”. Tapi waktu terus berjalan, dan momen ini tak boleh disia-siakan.
Di sisi lain, strategi protesnya pun tampak berubah. Bukan sekadar aksi turun ke jalan lagi. Dalam sebuah pesan video terpisah, Pahlavi mendorong warga Iran untuk lebih terarah dan ambisius.
Ia mendesak agar aksi dipergiat pada hari Sabtu dan Minggu. Dan yang cukup menarik, ada janji personal yang ia selipkan. Pahlavi mengaku sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke Iran di suatu hari yang “sangat dekat”. Sebuah pernyataan yang tentu saja punya bobot simbolis yang kuat, mengingat statusnya dan sejarah keluarganya.
Artikel Terkait
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender
Jenazah Terhalang Banjir, Petugas dan Warga Pikul Peti Lewat Genangan
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Gebrakan Pendidikan Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan