Serangan AS ke Venezuela Tak Akan Goyahkan Harga Minyak Global

- Minggu, 04 Januari 2026 | 15:18 WIB
Serangan AS ke Venezuela Tak Akan Goyahkan Harga Minyak Global

Berita tentang serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro tentu saja mengguncang. Di tengah situasi geopolitik yang memanas, banyak yang langsung bertanya-tanya: bagaimana nasib harga minyak dunia nantinya?

Namun begitu, menurut sejumlah pengamat, dampaknya terhadap pasar minyak global mungkin tidak sebesar yang dikhawatirkan. Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), menilai kejadian ini tidak akan mendongkrak harga minyak dalam waktu dekat.

Alasannya cukup jelas. Saat ini, pasokan minyak global justru surplus sekitar 3 juta barel per hari. Sementara itu, kontribusi produksi Venezuela hanya sekitar 1 persen dari total produksi dunia. Angka itu terlalu kecil untuk membuat gejolak berarti.

Di sisi lain, mayoritas minyak Venezuela punya jalur distribusi yang sudah pasti. Fabby menjelaskan, sekitar 80 persen ekspor minyak negeri itu ditujukan ke China berdasarkan kontrak jangka panjang.

Artinya, minyak itu sudah ‘terbooking’ untuk pelanggan tetap. Aliran komoditasnya tidak masuk ke pasar terbuka yang bisa langsung bereaksi terhadap spekulasi. Dengan begitu, guncangan dari serangan AS terhadap harga minyak dunia diprediksi tak akan signifikan.

Lalu, bagaimana dengan masa depan? Fabby justru melihat potensi lain. Jika AS benar-benar masuk dan membantu memperbaiki industri minyak Venezuela seperti yang sempat diwacanakan Donald Trump bukan tidak mungkin produksi justru bisa meningkat. Apalagi, cadangan minyak mentah Venezuela sangat besar, mencapai sekitar 303 miliar barel atau 20 persen sumber daya dunia. Sayangnya, cadangan itu belum dimanfaatkan maksimal.


Halaman:

Komentar