Harga Rights Issue PANI Dipangkas, Target Dana Rp16,7 T Tak Tercapai

- Senin, 01 Desember 2025 | 10:15 WIB
Harga Rights Issue PANI Dipangkas, Target Dana Rp16,7 T Tak Tercapai
Revisi Harga Rights Issue PANI

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) baru saja mengubah harga pelaksanaan untuk rights issue jilid III-nya. Ini bukan sekadar penyesuaian biasa, lho. Keputusan ini berimbas langsung pada jumlah dana yang bakal mereka kumpulkan, yang ternyata lebih rendah dari yang ditargetkan semula.

Sebelumnya, perusahaan properti yang dimiliki oleh Agung Sedayu dan Salim Group ini menetapkan harga exercise di level Rp15.000 per saham. Tapi sekarang, harganya dipangkas jadi Rp12.975. Penurunan ini tentu saja mempengaruhi perhitungan akhir dana yang bisa dihimpun.

Menurut prospektus terbaru yang dirilis Senin (1/12/2025), PANI tetap akan menerbitkan maksimal 1,21 miliar saham baru. Jumlah itu setara dengan 6,69 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor. Namun begitu, dengan harga yang lebih rendah, potensi dananya cuma sekitar Rp15,73 triliun. Bandingkan dengan sebelumnya yang bisa mencapai Rp16,73 triliun.

Tak cuma harga, rasio rights-nya juga diubah. Akibatnya, pemegang saham lama dapat hak beli yang lebih sedikit. Dulu, setiap 119.169 saham lama berhak dapat 7.864 saham rights. Sekarang, rasionya berubah jadi 50.831:3646.

Di tengah penyesuaian ini, PT Multi Artha Pratama (MAP) sebagai pemegang saham pengendali justru menunjukkan komitmen kuat. Mereka berencana menebus sekitar 385 juta saham, atau 36,21 persen dari total hak mereka.

Dengan harga baru, MAP harus menyiapkan dana sekitar Rp5 triliun. Itu jumlah yang tidak kecil.

Lalu, bagaimana dengan sisa saham yang tidak diambil pemegang saham? Nah, sisa hak HMETD yang tidak ditebus akan dialokasikan dulu ke pemegang saham lain yang mau memesan lebih dari jatah. Kalau masih sisa juga, PANI sudah tunjuk BCA Sekuritas dan Trimegah Sekuritas sebagai standby buyer untuk menyerap hingga 228,7 juta saham. Tapi kalau masih ada sisa setelah itu? Ya, tidak akan dikeluarkan dari portofolio.

Lalu ke mana dana rights issue ini dialirkan? Sebagian besar, yaitu Rp15,12 triliun, rencananya akan dipakai untuk menambah modal di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Caranya lewat akuisisi saham milik PT Agung Sedayu (AS) dan PT Tunas Mekar Jaya (TMJ).

Bagaimana kalau dana yang terkumpul ternyata kurang dari yang dibutuhkan? Manajemen bilang, selisihnya akan ditutup dari kas internal perusahaan. Sebaliknya, kalau ada kelebihan dana di atas Rp15,12 triliun, uang itu akan dipakai untuk penyertaan modal di tiga anak usahanya.

Sebelumnya, PANI juga sempat merevisi jadwal rights issue tahap III ini. Untuk pasar reguler dan negosiasi, tanggal cum rights jatuh pada 8 Desember 2025. Sementara perdagangan rights berlangsung 12–18 Desember 2025, dengan akhir pelaksanaan rights di tanggal 18 Desember 2025.

Jadi, meski harganya turun, langkah korporasi PANI tetap berjalan. Kita lihat saja bagaimana respons pasar nanti.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar