Suasana di Old Trafford Jumat dini hari tadi kembali berakhir muram. Manchester United, yang sangat butuh kemenangan, harus puas berbagi angka 1-1 dengan West Ham. Hasil ini jelas pukulan buat Setan Merah dan pelatihnya, Ruben Amorim.
Tanpa Matthijs de Ligt di jantung pertahanan, United sebenarnya masih terlihat kokoh di belakang. Masalahnya justru ada di depan. Lini serang mereka tampak buntu menghadapi pertahanan rapat yang diatur Nuno Espirito Santo. Umpan-umpan terpotong, tembakan-tembakan diblokir. West Ham memang bermain cerdik.
Gol pembuka baru terjadi di menit ke-58. Berawal dari kerja keras Amad Diallo dan Casemiro, bola liar hasil blok berhasil disambar Diogo Dalot. 1-0 untuk tuan rumah. Sorak-sorai pun pecah, seolah kemenangan sudah di depan mata.
Tapi sepakbola memang tak pernah bisa ditebak. Momentum justru berpindah ke kaki tamu. Diogo Dalot, sang pencetak gol, menjadi korban dalam aksi Soungoutou Magassa yang kemudian mencetak gol penyeimbang. Bahkan, di menit-menit akhir, West Ham nyaris saja membawa pulang tiga poin. Sungguh drama yang memilukan bagi para pendukung setia di tribun.
Ruben Amorim tak bisa menyembunyikan amarahnya di ruang konferensi pers. Wajahnya mencerminkan kekecewaan yang dalam.
“Pertandingan ini tidak konsisten. Ada momen bagus, lalu kami kehilangan kendali di babak pertama. Parahnya, hal serupa terulang di babak kedua justru setelah kami unggul,” ujarnya, suara terdengar tegang.
“Seharusnya kami bisa menutup pertandingan saat sudah memimpin. Kami tahu betul setiap bola mati mereka berbahaya. Dan pada akhirnya, kami yang rugi. Ini jelas kehilangan dua poin.”
Beberapa orang menyoroti waktu gol West Ham yang terjadi tak lama setelah Amorim melakukan rotasi pemain. Tapi pelatih asal Portugal itu enggan mencari kambing hitam.
“Itu bukan alasan. Pemain yang masuk tahu tugasnya. Pertandingan berjalan 83 menit, waktu yang lebih dari cukup untuk mengamankan kemenangan,” tegasnya.
Imbang ini meninggalkan rasa pahit yang panjang. Bagi United, poin yang tercecer di kandang sendiri semakin membuat jalan mereka terasa berat. Momentum positif seperti kembali menguap, digantikan oleh tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Dikabarkan Rekrut Bek Timnas Kroasia Denis Kolinger
Australia Pastikan Tiket Fase Gugur Piala Dunia 2026, Dua Wakil Asia Lolos
Timothy Weah Jadi Nama Paling Dicari di Google Trends Global Saat Piala Dunia 2026
Jepang Tantang Brasil di 16 Besar Piala Dunia 2026, Samurai Biru Bawa Modal Kemenangan Bersejarah