Sopir Bus Pingsan Akibat Sengatan Panas Ekstrem, Bus Tanpa AC Tabrak Pohon di Paris

- Jumat, 26 Juni 2026 | 13:06 WIB
Sopir Bus Pingsan Akibat Sengatan Panas Ekstrem, Bus Tanpa AC Tabrak Pohon di Paris

Seorang sopir bus di Paris dilaporkan pingsan saat mengemudi hingga kendaraannya menabrak pohon, diduga akibat kepanasan di tengah gelombang panas ekstrem yang tengah melanda Prancis dan sejumlah negara Eropa tetangganya. Insiden itu terjadi pada Kamis (25/6) di terminal Porte de Saint-Cloud, Paris, dan menjadi alarm keras atas minimnya fasilitas pendingin di transportasi umum.

Video yang dirilis oleh media Le Parisien memperlihatkan kondisi bus yang melayani jalur 189 usai kecelakaan. Bagian depan kendaraan ringsek dan kaca depannya pecah. Bus yang dioperasikan oleh perusahaan transportasi ATM itu tidak dilengkapi pendingin udara (AC). Saat kejadian, bus tengah melaju pelan tanpa membawa penumpang.

Serikat pekerja menuding gelombang panas ekstrem dan ketiadaan AC sebagai penyebab utama yang membuat sopir kehilangan kesadaran hingga memicu kecelakaan. Mereka juga mengungkapkan bahwa di wilayah Paris dan sekitarnya, baru sekitar 60 persen armada bus yang memiliki fasilitas AC memadai.

“Saya sangat terkejut mengetahui bahwa bus tersebut masih diizinkan beroperasi (dalam kondisi tanpa AC) di tengah cuaca ekstrem seperti ini,” ujar Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, Jean-Pierre Farandou, sebagaimana dilansir BFMTV.

Merespons situasi ini, serikat kerja mengancam akan melakukan aksi mogok kerja pada jalur-jalur bus tanpa AC demi keselamatan para kru. Mereka memaparkan hasil pengukuran suhu di terminal yang menunjukkan area kemudi bus non-AC bisa mencapai 45 hingga 48 derajat Celsius. Bahkan, area belakang bus bisa menembus angka 56 derajat Celsius.

Berdasarkan estimasi kantor berita AFP, sekitar 44 juta dari total hampir 67 juta penduduk Prancis saat ini berada di bawah tingkat siaga merah (red alert) tertinggi akibat ancaman panas ekstrem. Kondisi di banyak sekolah, kantor, dan pabrik disebut menjadi tidak tertahankan seiring meningkatnya suhu yang memecahkan rekor.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.