PPP Genjot Konsolidasi Nasional, Sasar Kalbar untuk Pemilu 2029

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:45 WIB
PPP Genjot Konsolidasi Nasional, Sasar Kalbar untuk Pemilu 2029

Sabtu lalu, di Kalimantan Barat, suasana cukup berbeda. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, hadir untuk membuka Musyawarah Wilayah partainya. Acara ini bukan sekadar seremoni biasa. Muswil Kalbar ini adalah bagian dari gelombang konsolidasi nasional yang digenjot PPP, menyambut tahapan verifikasi dan tentu saja, Pemilu 2029 yang sudah menanti di depan mata.

Mardiono tampak optimis.

"Iinsyaallah, konsolidasi nasional kita akan segera rampung. Ini langkah awal yang krusial untuk menyongsong verifikasi di awal 2027 nanti," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Di sisi lain, partai berlambang ka'bah ini sedang berpacu dengan waktu. Mereka mempercepat pembentukan agen-agen politik hingga ke tingkat kelurahan. Targetnya? Struktur itu harus sudah solid setahun sebelum pencoblosan 2029. Dengan jaringan yang kuat sampai ke akar rumput, harapannya pergerakan partai bisa lebih efektif dan terarah.

Memang, dinamika politik nasional di Pemilu 2024 lalu cukup berat. Tapi Mardiono bersikukuh, kekuatan inti partai di basis-basis pendukung tak goyah. Perolehan suara yang didapat, menurutnya, adalah bukti nyata bahwa dukungan dari grassroot masih sangat terjaga.

"Alhamdulillah, ini mencerminkan bahwa kekuatan kita di grassroot masih solid," tegasnya.

Namun begitu, ada pekerjaan rumah yang ia garisbawahi. Penyamaan visi dan misi perjuangan antara pusat, daerah provinsi, hingga kabupaten dan kota mutlak diperlukan. Tanpa itu, langkah politik bisa tumpang tindih. Bagi Mardiono, perjuangan PPP ini bukan cuma soal merebut kursi kekuasaan. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai ikhtiar untuk memperjuangkan kemaslahatan umat dan rakyat secara luas.

Posisi PPP dalam peta politik nasional juga ia singgung. Secara historis, partai ini selalu berada di barisan yang mendukung pemerintah, sebagai bentuk kontribusi membangun bangsa. Sinergi antara ulama dan umara pun ia tekankan, agar setiap kebijakan yang lahir tidak lepas dari nilai-nilai kebijaksanaan.

Dan untuk langkah ke depan, Kalimantan Barat rupanya masuk dalam radar khusus.

"Kalimantan Barat akan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam konsolidasi regional, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar kita bisa memperoleh mandat rakyat secara maksimal," pungkas Mardiono menutup pembicaraan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar