Suasana khidmat sudah terasa sejak pagi di Vihara Dharma Jaya Toasebio, Glodok. Ratusan umat memadati kelenteng bersejarah itu untuk menyambut Hari Raya Imlek 2576 Kongzili. Lampion merah berayun-ayun, menyambut setiap orang yang datang. Ruangan dipenuhi harum dupa, sementara suara doa dan asap lilin menciptakan atmosfer yang sakral.
Menurut pengurus vihara, Andi Santosa, keramaian mulai terlihat sejak pukul tujuh pagi. “Sudah mulai ramai jam 7, jam 8 pagi,” katanya saat ditemui Selasa (17/2/2026).
Para pengunjung datang dari berbagai usia dan latar belakang. Mereka langsung mengambil dupa, membakarnya, lalu memanjatkan harapan untuk tahun baru. Prosesinya berurutan, dimulai dari altar Tian yang melambangkan Tuhan Yang Maha Esa dalam kepercayaan Kong Hu Cu baru kemudian ke altar dewa-dewa lainnya.
“Ya, prosesinya sih biasa seperti pertama kan sembahyang ‘Tian’ dulu di sini, kedua baru masuk ke dewa-dewanya, pasti ada urutannya,” jelas Andi.
Dengan penuh kekhusyukan, umat memegang dupa dan selembar kertas doa. Kertas itu punya makna khusus. “Itu sebenarnya kertas sembahyang,” ujar Andi. “Maksudnya kalau habis berdoa nanti mereka bakar. Mereka bakar itu pertanda sebagai sarana supaya doanya sampai, begitu kepercayaannya.”
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor