Kemenag Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Acuan Penetapan Awal Ramadan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 13:50 WIB
Kemenag Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Acuan Penetapan Awal Ramadan

Jakarta - Sidang isbat masih akan jadi acuan utama pemerintah. Itu penegasan dari Kementerian Agama soal cara menentukan awal Ramadan dan Idulfitri tahun 1447 Hijriah nanti. Jadi, mekanisme resminya ya lewat sidang itu.

Menteri Agama Nasaruddin Umar ngomong, secara historis, sidang isbat emang selalu jadi rujukan. “Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa,” katanya di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Dia akui, dua tahun belakangan ini ada dinamika. Muncul perbedaan penentuan awal Ramadan di tengar masyarakat. Tapi, Kemenag berusaha keras mempertemukan perbedaan-perbedaan itu. “Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan,” ujarnya.

Menurut Menag, perbedaan metode antara ormas-ormas Islam itu sebenarnya bagian dari khazanah fikih yang udah lama. Ambil contoh Muhammadiyah. Mereka dulu pakai hisab sebagai penentu utama, baru rukyat buat konfirmasi. Sementara ormas lain, seperti NU, lebih mengedepankan rukyat sebagai dasar, dengan hisab sebagai pendukung.

Nah, di tengah keragaman ini, pemerintah punya peran. “Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah tentunya perlu konfirmasi secara langsung dengan melihat posisi hilal dan diputuskan melalui sidang isbat,” jelasnya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar