Setelah rapat koordinasi di Aceh, Menteri Perumahan Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara menegaskan komitmennya untuk segera membangun hunian tetap bagi korban bencana. Namun begitu, prosesnya tak akan gegabah. Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi, dan keselamatan jadi yang nomor satu.
"Lokasinya harus aman secara teknis. Artinya, bebas dari ancaman banjir dan longsor," tegas Ara.
Hal ini dia sampaikan usai bertemu dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Mendagri Tito Karnavian, Sabtu lalu. Rapat yang digelar di Aceh itu membahas percepatan pemulihan pascabencana. Ara mengaku sudah mendapat arahan untuk bergerak cepat dari Presiden dan pimpinan DPR.
"Kita sudah usulkan cukup banyak titik di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Prosesnya juga kita siap dengan tim," ujarnya.
Di sisi lain, aspek legalitas tanah juga tak kalah penting. Lokasi yang dipilih harus bersih dari masalah hukum. Kriteria ketiga mungkin terdengar lebih manusiawi: huntap harus dekat dengan ekosistem kehidupan warga.
"Harus dekat dengan ladangnya, atau sekolah anak-anaknya. Intinya, kehidupan mereka bisa berjalan lagi seperti semula," jelas Ara.
Menurutnya, kerja sama antara pusat dan daerah berjalan cukup solid. Itu yang membuatnya optimis. Ara pun menegaskan, membangun hunian tetap adalah tugas pokok kementeriannya, dan mereka siap menjalankannya.
"Kita siap. Sesegera mungkin," tutupnya.
Artikel Terkait
Kementerian Haji dan Umrah Diuji, Kloter Pertama Berangkat 22 April 2026
Iran Tegaskan Tolak Pembicaraan dengan AS, Gencatan Senjata Hampir Berakhir
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sore Ini
Manchester City Kalahkan Arsenal 2-1, Jarak Puncak Klasemen Menyempit