Operasi militer AS yang menggempur Caracas dan berakhir dengan penangkapan Nicolas Maduro, tentu saja, memicu gelombang kritik tajam. Namun di tengah sorotan itu, Donald Trump justru bersikukuh dengan pendiriannya. Mantan presiden Amerika Serikat itu dengan lantang menyatakan negaranya kini "bertanggung jawab" atas Venezuela.
Pernyataan kontroversial itu dia sampaikan dari dalam Air Force One, Minggu (4/1), saat menjawab pertanyaan wartawan. Operasi yang terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat itu bukan hanya menahan Maduro, tetapi juga istrinya, Cilia Flores.
"Itu berarti kita yang bertanggung jawab," ujar Trump, menegaskan maksud dari pernyataan-pernyataan sebelumnya.
Kini, Maduro menunggu jadwal persidangan di New York pada Senin (5/1) untuk menjawab dakwaan perdagangan narkoba. Langkah AS ini, seperti dilaporkan AFP, membuat Trump menghadapi sederet pertanyaan mendasar. Terutama soal klaimnya yang berulang bahwa Amerika Serikat sekarang memegang kendali di Venezuela.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes untuk Oman dan Yaman