Di sisi lain, situasi di Venezuela sendiri tampak berusaha menemukan keseimbangan baru. Delcy Rodriguez, yang mengambil alih kepemimpinan sementara, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump. Hanya saja, dia punya syarat: hubungan yang dijalin harus seimbang dan dilandasi rasa saling menghormati.
Padahal sebelumnya, Trump tidak segan memberikan ancaman. Rodriguez, kata dia, akan menghadapi konsekuensi serius "harga yang mahal" jika menolak kerja sama dengan Washington.
Ketika ditanya wartawan apakah dia sudah berbicara langsung dengan pemimpin sementara Venezuela itu, Trump malah memberikan jawaban yang berbelit. "Kita berurusan dengan orang-orang yang baru saja dilantik. Jangan tanya saya siapa yang bertanggung jawab karena saya akan memberikan Anda jawabannya dan itu akan sangat kontroversial," katanya.
Gaya khas Trump. Langsung, provokatif, dan meninggalkan banyak tanya. Sementara dunia masih mencerna implikasi dari operasi militer yang mematikan itu, satu hal yang jelas: pernyataan dari Air Force One itu telah menambah panas suasana, jauh sebelum sidang di New York dimulai.
Artikel Terkait
Kemenkeu Pertimbangkan Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM
Menteri PU Buka Ruang Kerja untuk Penyidik, Klaim Patuhi Arahan Presiden
Advokat Soroti Ancaman Ketimpangan Digital bagi 64 Juta UMKM
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru