Bagi Bima, penugasan seperti ini punya nilai lebih dari sekadar bantuan teknis. Ini adalah bagian penting dari proses membentuk karakter. Mengasah kepemimpinan, menumbuhkan empati, dan menempa ketangguhan sebagai calon aparatur negara semua itu akan diuji di lapangan.
"Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan [dan] tempat ujian bagi kalian semua," tegasnya lagi.
Di sisi lain, peran mereka mungkin akan meluas. Tak cuma urusan pemerintahan, para praja juga berpotensi dilibatkan dalam pemulihan ekonomi warga. Misalnya, dengan mendampingi pelaku UMKM yang sedang berjuang untuk bangkit kembali.
Bima menutup pesannya dengan kalimat yang mendorong. Ia ingin setiap praja memberikan yang terbaik.
"Pastikan semuanya memberikan yang terbaik. Anda semua adalah pelaku sejarah. Anda semua adalah aktor-aktor yang sangat menentukan," kata Bima.
"Keringat Anda, waktu Anda, (dan) pikiran Anda selama di sini akan dinanti dan dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang."
Dalam acara penyambutan itu, hadir sejumlah pejabat penting. Di antaranya Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Azharisman Rozie, dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Arief M Edie. Dari pihak daerah, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail juga turut hadir bersama pejabat terkait lainnya.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan