Komplotan yang diduga sembilan orang itu langsung naik darah. Mereka mengejar, memaksa sopir keluar dari kabin, dan situasi pun memanas dengan cepat. Dalam keributan itu, salah satu pelaku mengambil batu dan melemparkannya.
"Tersangka refleks mengambil batu yang ada di sekitarnya," jelas Davidson. "Lemparan itu mengenai kepala korban dan mengakibatkan luka serius."
Usai kejadian, seluruh pelaku kabur meninggalkan lokasi. Eko sempat dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Dia menghembuskan napas terakhir pada Selasa sore, sehari setelah penyerangan.
Kini yang tersisa adalah duka bagi keluarga dan catatan kelam tentang kekerasan di jalan yang berawal dari praktik pungli. Sebuah akhir yang tragis untuk sebuah perjalanan pagi.
Artikel Terkait
Email Epstein Ungkap Diskusi Rahasia Bill Gates Soal Simulasi Pandemi
Dunia Hari Ini: AS-India Sepakat Turunkan Tarif, Sementara Pakistan Berdarah
BNN Bongkar Ratusan Jaringan Narkoba, Sita Sabu 4 Ton dan Musnahkan Ratusan Ribu Batang Ganja
Adies Kadir Resmi Ditetapkan sebagai Hakim MK, Mundur dari Golkar