Komplotan yang diduga sembilan orang itu langsung naik darah. Mereka mengejar, memaksa sopir keluar dari kabin, dan situasi pun memanas dengan cepat. Dalam keributan itu, salah satu pelaku mengambil batu dan melemparkannya.
"Tersangka refleks mengambil batu yang ada di sekitarnya," jelas Davidson. "Lemparan itu mengenai kepala korban dan mengakibatkan luka serius."
Usai kejadian, seluruh pelaku kabur meninggalkan lokasi. Eko sempat dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Dia menghembuskan napas terakhir pada Selasa sore, sehari setelah penyerangan.
Kini yang tersisa adalah duka bagi keluarga dan catatan kelam tentang kekerasan di jalan yang berawal dari praktik pungli. Sebuah akhir yang tragis untuk sebuah perjalanan pagi.
Artikel Terkait
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Dua Remaja di Iran, Dampak Merambah ke Abu Dhabi
Pelatih Saint Kitts dan Nevis Anggap Peringkat FIFA Hanya Angka Jelang Hadapi Indonesia
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai April 2026 Imbas Perang Iran
Arus Balik Lebaran Tembus 106 Ribu Kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama