Komplotan yang diduga sembilan orang itu langsung naik darah. Mereka mengejar, memaksa sopir keluar dari kabin, dan situasi pun memanas dengan cepat. Dalam keributan itu, salah satu pelaku mengambil batu dan melemparkannya.
"Tersangka refleks mengambil batu yang ada di sekitarnya," jelas Davidson. "Lemparan itu mengenai kepala korban dan mengakibatkan luka serius."
Usai kejadian, seluruh pelaku kabur meninggalkan lokasi. Eko sempat dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Dia menghembuskan napas terakhir pada Selasa sore, sehari setelah penyerangan.
Kini yang tersisa adalah duka bagi keluarga dan catatan kelam tentang kekerasan di jalan yang berawal dari praktik pungli. Sebuah akhir yang tragis untuk sebuah perjalanan pagi.
Artikel Terkait
Meta Restrukturisasi Divisi, Ratusan Karyawan Terdampak
Jasa Marga Tawarkan Diskon Tol 30% untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Puasa Sunah Syawal
BMKG Kendari Waspadakan Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra