Pekan lalu, dunia kembali diguncang. Otoritas Amerika Serikat merilis dokumen baru terkait Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang kasusnya tak pernah benar-benar padam. Tumpukan berkas setebal 3 juta halaman itu menyebut-nyebut banyak nama besar. Salah satunya? Bill Gates, pendiri Microsoft yang namanya melekat dengan filantropi global.
Nama Gates muncul berulang dalam surel-surel Epstein yang kini terbuka. Menurut laporan media Turki, Haberler, salah satu email bertanggal 3 Maret 2017 itu isinya cukup mencengangkan. Dibahas hal-hal berat, dari simulasi pandemi sampai senjata neuroteknologi yang dikaitkan dengan keamanan nasional.
Yang bikin orang berdecak, pembicaraan soal simulasi wabah itu terjadi sekitar tiga tahun sebelum COVID-19 benar-benar melanda. Seolah mereka sedang membicarakan skenario yang suatu hari akan jadi kenyataan pahit.
Email itu, dengan subjek “bgc3 Deliverables and Scope”, rupanya berisi proposal Epstein untuk berkolaborasi dengan Gates dan timnya. Bidangnya macam-macam, dari kesehatan sampai keamanan. Epstein, si pemodal yang kontroversial itu, tampak aktif menawarkan ide.
Artikel Terkait
Dubes Inggris Sampaikan Ucapan Idulfitri dalam Bahasa Indonesia lewat Metro TV
Presiden Prabowo Sholat Id di Aceh Tamiang, Istana Buka Halalbihalal untuk 5.000 Warga
Jokowi Ungkap Makna Lebaran: Kesabaran dan Memaafkan
Presiden Prabowo Salat Id dan Pantau Pemulihan Bencana di Aceh Tamiang