Email Epstein Ungkap Diskusi Rahasia Bill Gates Soal Simulasi Pandemi

- Selasa, 03 Februari 2026 | 14:50 WIB
Email Epstein Ungkap Diskusi Rahasia Bill Gates Soal Simulasi Pandemi

Pekan lalu, dunia kembali diguncang. Otoritas Amerika Serikat merilis dokumen baru terkait Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang kasusnya tak pernah benar-benar padam. Tumpukan berkas setebal 3 juta halaman itu menyebut-nyebut banyak nama besar. Salah satunya? Bill Gates, pendiri Microsoft yang namanya melekat dengan filantropi global.

Nama Gates muncul berulang dalam surel-surel Epstein yang kini terbuka. Menurut laporan media Turki, Haberler, salah satu email bertanggal 3 Maret 2017 itu isinya cukup mencengangkan. Dibahas hal-hal berat, dari simulasi pandemi sampai senjata neuroteknologi yang dikaitkan dengan keamanan nasional.

Yang bikin orang berdecak, pembicaraan soal simulasi wabah itu terjadi sekitar tiga tahun sebelum COVID-19 benar-benar melanda. Seolah mereka sedang membicarakan skenario yang suatu hari akan jadi kenyataan pahit.

Email itu, dengan subjek “bgc3 Deliverables and Scope”, rupanya berisi proposal Epstein untuk berkolaborasi dengan Gates dan timnya. Bidangnya macam-macam, dari kesehatan sampai keamanan. Epstein, si pemodal yang kontroversial itu, tampak aktif menawarkan ide.

Surat elektronik itu ditujukan langsung kepada “Bill” panggilan akrab untuk Gates. Larry Cohen juga tercatat sebagai penerima.

Siapa Larry Cohen? Dia adalah CEO sekaligus mitra pengelola Gates Ventures. Perusahaan ini dulunya dikenal sebagai bgC3, semacam lembaga think tank yang fokus pada isu kesehatan global dan investasi teknologi.

Di dalam email tadi, disebutkan bahwa ada lima topik utama yang sedang dikerjakan. Selain simulasi pandemi dan senjata neuroteknologi tadi, ada juga data kesehatan digital, penyakit kronis beserta ilmu otak, dan terakhir ekonomi kesehatan. Rupanya, agenda yang dibicarakan cukup luas dan kompleks.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar