Perubahan direksi kembali terjadi di tubuh PT Impack Pratama Industri Tbk. David Herman Liasdanu, sosok yang sudah lama berkecimpung di perusahaan, memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai direktur. Pengunduran dirinya diajukan secara resmi lewat surat tertanggal 6 April 2026.
Corporate Secretary IMPC, Lenggana Linggawati, membenarkan kabar ini dalam keterbukaan informasi ke BEI, Selasa lalu. Penjelasannya cukup rinci.
"Merujuk pada ketentuan dalam Pasal 9 huruf a POJK 33/2014, bersama ini kami sampaikan keterbukaan informasi bahwa berdasarkan surat tertanggal 6 April 2026 yang telah diterima perseroan pada tanggal yang sama, Bapak David Herman Liasdanu telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatannya selaku direktur perseroan," jelas Lenggana.
Lalu, bagaimana proses selanjutnya? Perusahaan wajib menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas dan memutuskan permohonan ini. Aturannya, RUPS harus dilaksanakan paling lambat 90 hari sejak surat pengunduran diri diterima.
"Sehingga pengunduran diri tersebut berlaku sejak diperolehnya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham yang terdekat pelaksanaannya pada tahun 2026," tambahnya.
David bukanlah nama baru di Impack Pratama. Ia sudah duduk di kursi direktur sejak 2009, mengurusi bidang umum dan sumber daya manusia. Di luar itu, ia juga masih memegang jabatan sebagai Direktur PT Sinar Grahamas Lestari, posisi yang dipegangnya dari 2009 hingga sekarang.
Jika menelusuri perjalanan kariernya, track record David terbilang solid. Sebelum menjadi direktur, ia sempat menjabat sebagai PVD Head Division di perusahaan yang sama dari 2007 hingga 2009. Latar belakangnya di audit dan keuangan pun kuat. Ia pernah menjadi Manager Audit Internal di Impack Pratama selama delapan tahun, dan bahkan mengawali karier profesionalnya di firma akuntansi ternama seperti KPMG Hanadi Sudjendro dan Pricewaterhousecoopers. Pengalaman di bidang corporate planning dan manajemen kredit juga pernah ia lakoni di beberapa perusahaan properti dan grup besar.
Kepergiannya tentu meninggalkan ruang yang perlu segera diisi. Namun begitu, semua prosedur akan mengikuti ketentuan yang berlaku, menunggu keputusan final dari para pemegang saham.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru