Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai Kemajuan Signifikan

- Minggu, 19 April 2026 | 21:50 WIB
Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai Kemajuan Signifikan

Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus digenjot. Fokusnya jelas: memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak agar kehidupan warga yang terdampak bisa kembali normal. Satgas PRR Pascabencana Sumatera lah yang jadi ujung tombaknya.

Ketua Satgas, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa memulihkan konektivitas adalah prioritas utama. "Tanpa akses yang lancar, bantuan sulit masuk, ekonomi mandek," begitu kira-kira prinsipnya. Menurutnya, pekerjaan sekarang adalah meningkatkan kondisi infrastruktur yang sudah berfungsi itu agar lebih permanen dan tahan lama.

"Pekerjaan (memperbaiki infrastruktur) jalan terus," tegas Tito dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4).

"Saya menghargai betul upaya dari TNI/Polri yang tidak berhenti, kemudian juga BNPB semua bergerak, dan Menteri PU (Dody Hanggodo) juga luar biasa."

Dan hasilnya? Cukup signifikan. Data per 18 April menunjukkan, jalan nasional di ketiga provinsi itu sudah pulih secara fungsional. Ambil contoh Aceh. Semua 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan nasional yang rusak kini bisa dilalui lagi. Untuk jalan daerah, 1.521 dari 1.638 titik sudah beroperasi. Jembatan daerahnya, 351 dari 652 juga sudah bisa dipakai.

Gambaran serupa terlihat di Sumut. Semua 30 jalan dan 7 jembatan nasional yang terdampak sudah diperbaiki. Untuk tingkat daerah, 607 dari 616 titik jalan dan 343 dari 366 jembatan telah berfungsi.

Sumbar tak ketinggalan. Seluruh 31 jalan nasional dan 13 jembatan nasionalnya sudah bisa diakses. Pekerjaan di jalan daerah juga tinggal menyisakan 18 titik dari total 167 yang belum selesai. Meski begitu, untuk jembatan daerah, masih ada 66 unit dari 163 yang perlu penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, upaya ini ternyata juga didukung oleh penambahan anggaran yang cukup besar. Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, anggaran untuk sektor Bina Marga naik drastis.

"Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana," kata Dody.

Anggarannya membengkak sekitar Rp7,61 triliun, dari semula Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun. Dana segitu rencananya akan dipakai untuk menangani longsor dan membangun kembali jalan, baik nasional maupun daerah, di wilayah-wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi itu.

Jadi, selain mempercepat perbaikan, pemerintah tampaknya sedang berupaya keras agar infrastruktur yang dibangun nanti tak gampang rusak lagi. Harapannya sih, ketika musim ekstrem datang, jalan dan jembatan itu sudah siap menghadapinya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar