Pernyataan terbaru Ahmed disampaikan oleh Sam Issa, pengacara imigrasi yang mendampinginya. Issa menemui kliennya di Rumah Sakit St George, Kogarah, di Sydney bagian selatan, pada Senin malam waktu setempat.
"Dia sama sekali tidak menyesal. Tegas sekali, dia bilang akan melakukannya lagi. Cuma, rasa sakitnya sekarang ini mulai benar-benar terasa," kata Issa, menggambarkan tekad sekaligus penderitaan pria itu.
Pengacaranya lalu menambahkan, kondisi Ahmed jauh dari kata sehat. "Keadaannya tidak baik. Tubuhnya penuh luka tembak. Pahlawan kita ini sedang berjuang keras saat ini," ucap Issa, suaranya terdengar haru.
Artikel Terkait
MUI Anjurkan Makan Sebelum Salat Idul Fitri, Ini Dalil dan Amalan Sunah Lainnya
Gedung Putih Klaim Militer AS Siap Kuasai Pulau Kharg Kapan Saja
Jakarta Barat Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah di Grogol dan Tambora
Sopir Bus Relakan Lebaran Demi Antar Pemudik Pulang Kampung