Pernyataan terbaru Ahmed disampaikan oleh Sam Issa, pengacara imigrasi yang mendampinginya. Issa menemui kliennya di Rumah Sakit St George, Kogarah, di Sydney bagian selatan, pada Senin malam waktu setempat.
"Dia sama sekali tidak menyesal. Tegas sekali, dia bilang akan melakukannya lagi. Cuma, rasa sakitnya sekarang ini mulai benar-benar terasa," kata Issa, menggambarkan tekad sekaligus penderitaan pria itu.
Pengacaranya lalu menambahkan, kondisi Ahmed jauh dari kata sehat. "Keadaannya tidak baik. Tubuhnya penuh luka tembak. Pahlawan kita ini sedang berjuang keras saat ini," ucap Issa, suaranya terdengar haru.
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Tak Ada Gencatan Senjata dengan Iran, Klaim AS Sudah Menang
Wapres Gibran Salat Id di Istiqlal, Pengamanan Diperketat
Villarreal Hajar Real Sociedad 3-1, Melonjak ke Posisi Tiga La Liga
DKI Jakarta Terapkan Tarif Transportasi Umum Rp 1 pada Hari Raya Idul Fitri 2026