Di ruang rapat Kementerian Sosial, Kamis lalu, suasananya cukup hangat. Wakil Ketua MPR Arcandra Tahar biasa dipanggil Arcandra memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kemensos. Menurutnya, mereka telah berhasil menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah nyata. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, tegasnya, adalah kunci utama. Tanpa itu, program-program prioritas sulit berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Tiga mandat presiden jadi fokus utama: pemutakhiran data sosial (DTSEN), penyaluran bansos, dan tentu saja, program Sekolah Rakyat. Arcandra yakin, ketiganya bisa berjalan seirama.
Audiensi itu sendiri digelar usai peluncuran Sekolah Rakyat oleh Presiden di Banjarbaru, Senin sebelumnya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Agus Jabo Priyono duduk bersama sejumlah kepala daerah dari Sulawesi Tengah. Mereka bahas kolaborasi data dan rencana mendirikan Sekolah Rakyat, baik rintisan maupun permanen, di setiap kabupaten setempat.
Komitmen dari daerah pun mengalir deras. Para bupati menyatakan siap bersinergi.
Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang, secara khusus menyatakan kesiapan mendirikan Sekolah Rakyat permanen, menyusul kabupaten lain di Sulteng.
Di sisi lain, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady punya pandangan menarik. Ia melihat Sekolah Rakyat sebagai sebuah terobosan segar. Program ini, menurutnya, bukan cuma bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tapi juga efektif menekan angka kemiskinan di wilayahnya.
Mendengar antusiasme itu, Gus Ipul menyambut dengan baik. Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat pada hakikatnya adalah miniatur pengentasan kemiskinan. Intinya, memelihara dan mendidik anak-anak terlantar dengan penuh kasih.
Artikel Terkait
Penyanyi Idol Diduga Terlibat Pemerkosaan Siswi di Belu
Banjir Pandeglang Belum Surut, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih dan Gatal-Gatal
Puncak Lagi Macet Parah, Antrean Kendaraan Mengular Hingga Cianjur
Video Aksi Cabul di Bus Transjakarta Bikin Penumpang Geram, Dua Pelaku Diamankan