Di ruang rapat Kementerian Sosial, Kamis lalu, suasananya cukup hangat. Wakil Ketua MPR Arcandra Tahar biasa dipanggil Arcandra memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kemensos. Menurutnya, mereka telah berhasil menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah nyata. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, tegasnya, adalah kunci utama. Tanpa itu, program-program prioritas sulit berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Tiga mandat presiden jadi fokus utama: pemutakhiran data sosial (DTSEN), penyaluran bansos, dan tentu saja, program Sekolah Rakyat. Arcandra yakin, ketiganya bisa berjalan seirama.
"Ini hal luar biasa yang dilakukan Mensos dan Wamensos. Menerjemahkan dan mengimplementasikan gagasan presiden sesuai Asta Cita. Semoga programnya berjalan baik dan kolaborasi kita makin erat," ujar Arcandra dalam keterangan tertulisnya di hari berikutnya, Jumat (16/1/2026).
Audiensi itu sendiri digelar usai peluncuran Sekolah Rakyat oleh Presiden di Banjarbaru, Senin sebelumnya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Agus Jabo Priyono duduk bersama sejumlah kepala daerah dari Sulawesi Tengah. Mereka bahas kolaborasi data dan rencana mendirikan Sekolah Rakyat, baik rintisan maupun permanen, di setiap kabupaten setempat.
Komitmen dari daerah pun mengalir deras. Para bupati menyatakan siap bersinergi.
Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang, secara khusus menyatakan kesiapan mendirikan Sekolah Rakyat permanen, menyusul kabupaten lain di Sulteng.
"Semoga harapan ini bisa terealisasi cepat. Banyak harapan dan keinginan dari kami terkait program prioritas presiden ini," katanya penuh semangat.
Di sisi lain, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady punya pandangan menarik. Ia melihat Sekolah Rakyat sebagai sebuah terobosan segar. Program ini, menurutnya, bukan cuma bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tapi juga efektif menekan angka kemiskinan di wilayahnya.
Mendengar antusiasme itu, Gus Ipul menyambut dengan baik. Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat pada hakikatnya adalah miniatur pengentasan kemiskinan. Intinya, memelihara dan mendidik anak-anak terlantar dengan penuh kasih.
Untuk memberi gambaran yang lebih hidup, Gus Ipul lalu memutar sebuah tayangan. Kisah Sofia dari Kupang dan Nazriel diputar, disusul penampilan membanggakan siswa Sekolah Rakyat Banjarbaru yang dapat apresiasi dari Presiden. Pesannya jelas: pengentasan kemiskinan harus dimulai dari data yang kuat. Itulah arahan Pak Prabowo, dan Kemensos sedang membenahinya.
"Mulailah bekerja dengan data. Data dulu dibenarkan, baru yang lain," tegas Gus Ipul.
Ia menegaskan, tugas strategis Kemensos saat ini memang pemutakhiran DTSEN. Data ini nantinya jadi acuan bansos dan penentuan anak dari keluarga termiskin yang berhak masuk Sekolah Rakyat.
"Sekolah Rakyat ini persembahan Presiden Prabowo untuk rakyat paling miskin. Anaknya disekolahkan sampai lulus, orang tuanya pun naik kelas dan nanti tidak menerima bansos lagi," jelasnya.
Arcandra, yang hadir mendampingi para bupati, berharap program ini benar-benar menyentuh masyarakat langsung. Bukan sekadar wacana.
Sementara itu, Wamen Agus Jabo menambahkan. Selain fokus pada Sekolah Rakyat dan DTSEN, Kemensos akan melakukan intervensi lewat program bantuan dan pemberdayaan sosial. Daerah di luar Jawa akan dapat perhatian khusus.
"Mari kita berkolaborasi dan bersinergi dalam pemutakhiran data. Agar betul-betul valid. Bantuan sosial harus tepat sasaran, data makin akurat. Yang berhak menerima, dapat. Yang tidak, ya tidak," kata Agus Jabo.
Menjelang audiensi ditutup, Gus Ipul kembali menekankan satu hal: data itu dinamis, selalu berubah. Karena itulah transparansi mutlak diperlukan. Kemensos, katanya, membuka akses data agar masyarakat bisa ikut mengawasi. Sebuah bentuk keterbukaan yang ia klaim baru terwujud di era Presiden Prabowo.
"Mari kita tindaklanjuti ini. Bekerja bersama, pusat dan daerah. Saya enggak mau kita jalan sendiri-sendiri. Data dikerjakan bersama bupati dan wali kota, karena itu perintah presiden," ajak Gus Ipul mengakhiri pertemuan.
Pertemuan penting itu dihadiri oleh sejumlah nama. Antara lain Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Morowali Alkaf, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, serta Bupati Buol Risharyudi Triwibowo.
Artikel Terkait
Rating Indonesia Dipertahankan S&P, Emas Dunia Menguat, dan Laporan Pajak Tembus 11,22 Juta
21 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung
Porsche Rilis 911 GT3 S/C, GT3 Convertible Pertama dengan Atap Otomatis
Gubernur DKI Pramono Anung Perjuangkan Konser BTS di JIS atau GBK