TVRINews, Jakarta
Ketegangan di Timur Tengah benar-benar meledak. Militer Iran baru saja mengklaim telah menyerang langsung salah satu simbol kekuatan militer Amerika Serikat: kapal induk USS Abraham Lincoln. Menurut mereka, empat rudal balistik diluncurkan untuk menghantam aset strategis AS itu.
Juru bicara mereka, Ebrahim Zolfaghari, bahkan menyebut serangan itu berhasil mengusir sang raksasa laut. "Angkatan Darat Iran telah meluncurkan empat rudal ke USS Abraham Lincoln, yang memaksa kapal tersebut untuk 'melarikan diri' dari lokasi misinya menuju Samudera Hindia bagian tenggara," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Klaim Iran tak berhenti di situ. Zolfaghari menyebut sejumlah pangkalan AS lainnya juga jadi sasaran dan lumpuh total. Pangkalan Al Salem di Kuwait disebut tak beroperasi sama sekali. Sementara itu, Pelabuhan Salman di Bahrain diklaim dihantam empat drone, menyebabkan kerusakan parah pada pusat komando dan infrastruktur vital.
Namun begitu, cerita dari pihak Amerika Serikat sama sekali berbeda. Komando Pusat AS atau CENTCOM langsung membantah keras. Mereka menegaskan rudal-rudal Iran itu meleset, bahkan tidak mendekati kapal induk mereka.
"Rudal yang diluncurkan Iran tidak mendekati kapal induk tersebut. USS Abraham Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung operasi CENTCOM yang sedang berlangsung terhadap Iran," bunyi pernyataan resmi mereka.
Tapi, ada pengakuan pahit yang tak bisa mereka sangkal. CENTCOM mengonfirmasi ada korban jiwa di pihaknya: tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan Iran. Mereka enggan merinci lebih jauh di mana tepatnya prajurit-prajurit itu gugur.
Semua ini, tentu saja, bukan muncul tiba-tiba. Situasi panas ini adalah buntut panjang. Awalnya, AS dan Israel yang menyerang wilayah Iran pada Sabtu pagi lalu. Teheran pun tak tinggal diam, mereka membalas dengan serangan besar-besaran ke berbagai aset Israel dan Amerika yang tersebar di sekitar Teluk.
Sekarang, laporan-laporan dari berbagai penjuru Timur Tengah terus berdatangan. Front pertempuran terlihat kian meluas, dan suasana di kawasan itu makin mencekam. Entah bagaimana ujungnya.
Penulis: Ricardo Julio | Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan Dana Bantuan IndonesiaRaya untuk Program Budaya Berkelanjutan
Wartawan Senior Indonesia Resmi Bentuk Wadah Khusus untuk Usia 60 Tahun ke Atas
Delegasi Singapura Kagumi Pendekatan Budaya dalam Pembinaan Narapidana di Bali
Guru Ngaji di Puncak Dilaporkan ke Polisi Diduga Lecehkan Murid