Suara peringatan datang dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon, atau UNIFIL. Intensitas pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang kian menjadi-jadi, mereka khawatir, benar-benar mengancam nyawa pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di selatan Libanon.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, tak menyembunyikan kegelisahannya. Baku tembak di sekitar area operasi mereka terus terjadi tanpa henti. "Kedua belah pihak terus menerus menembakkan proyektil dan peluru ke arah atau di dekat posisi kami," tegasnya dalam keterangan resmi pada Minggu (5/4). Situasi itu sudah berakibat fatal: sejumlah personel PBB dilaporkan gugur dan luka-luka.
Yang bikin was-was, menurut Ardiel, serangan-serangan itu kerap dilancarkan dari lokasi yang sangat dekat dengan pos PBB. Hal ini, ujarnya, berpotensi memicu tembakan balasan yang bisa salah sasaran. Belum lagi keberadaan para kombatan yang berkeliaran di sekitar tempat pasukan penjaga perdamaian tinggal dan bekerja.
"Aksi-aksi ini membahayakan pasukan penjaga perdamaian," katanya lugas.
Artikel Terkait
KLH Jatuhkan Sanksi Administratif kepada 67 Perusahaan Pemicu Banjir di Tiga Provinsi
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets