Harga Emas Anjlok Lagi! Ini Penyebab dan Dampaknya Buat Anda

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:35 WIB
Harga Emas Anjlok Lagi! Ini Penyebab dan Dampaknya Buat Anda

Harga Emas Terus Melemah: Analisis Penyebab dan Prospek ke Depan

Harga emas dunia melanjutkan tren penurunannya pada perdagangan Rabu (23/10), menyentuh level terendah dalam hampir dua minggu. Penurunan ini terjadi setelah emas mengalami aksi jual terbesar dalam lima tahun pada sesi sebelumnya.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas

Pelaku pasar terlihat melakukan aksi ambil untung secara besar-besaran menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadikan acuan penting. Harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah 0,63 persen ke level USD 4.099,40 per troy ons.

Meskipun sepanjang tahun 2024 ini harga emas telah menunjukkan kinerja impresif dengan kenaikan mencapai 57 persen dan berhasil memecahkan beberapa rekor tertinggi, koreksi tajam sebesar 5,3 persen terjadi pada Selasa. Penurunan ini terjadi setelah emas mencapai puncak historis di level USD 4.381,21 pada hari sebelumnya.

Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Emas

David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, mengungkapkan bahwa aksi ambil untung ini tidak mengejutkan mengingat kenaikan harga yang sangat agresif dalam beberapa pekan terakhir. Pasar sedang menunggu laporan Consumer Price Index (CPI) AS untuk September yang dijadwalkan rilis pada Jumat.

Secara teknikal, harga emas masih bertahan di atas level support kritis yang berada di garis moving average 21 hari sekitar USD 4.005. Laporan CPI AS untuk September yang tertunda karena penutupan pemerintahan diproyeksikan akan menunjukkan inflasi inti bertahan di level 3,1 persen.

Ekspektasi Kebijakan Federal Reserve dan Dampaknya

Pasar saat ini hampir sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis points pada pertemuan Federal Reserve minggu depan. Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan ketika suku bunga berada pada level rendah.

Faktor Geopolitik dan Prospek Jangka Panjang

Sementara itu, ketegangan geopolitik terus menjadi perhatian pasar. Rusia mengonfirmasi masih mempersiapkan pertemuan potensial antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump. Investor juga mengamati perkembangan rencana pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping minggu depan.

Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, menyatakan pandangan positif terhadap emas dan perak hingga tahun 2026. Menurutnya, setelah periode koreksi dan konsolidasi yang diperlukan, pasar akan menyadari bahwa faktor-faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga emas tahun ini masih tetap relevan.

Performa Logam Mulia Lainnya

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot (XAG/USD) tercatat turun 1,6 persen menjadi USD 47,95 per troy ons, melanjutkan penurunan 7,1 persen yang terjadi pada Selasa. Koreksi di pasar perak menunjukkan tekanan jual yang lebih luas di sektor logam mulia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar