OJK Gencar Reformasi Pasar Modal, Free Float Naik Dua Kali Lipat

- Minggu, 01 Februari 2026 | 19:50 WIB
OJK Gencar Reformasi Pasar Modal, Free Float Naik Dua Kali Lipat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama organisasi pengatur di sektor pasar modal mengumumkan sebuah gebrakan. Mereka berkomitmen penuh untuk melakukan reformasi struktural yang ambisius. Tujuannya jelas: memenuhi harapan investor global dan sekaligus meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata penyedia indeks dunia seperti MSCI.

Menurut sejumlah saksi, langkah ini memang sudah dinanti. Pasar modal kita butuh sentuhan baru agar lebih menarik dan bisa bersaing.

Dalam acara Rencana Aksi Percepatan Reformasi di BEI, Minggu lalu, Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiki menegaskan komitmen tersebut. Ia menyebut rencana ini sebagai "reformasi yang berani".

Reformasi ini, kata dia, akan dijalankan melalui empat klaster utama. Mulai dari kebijakan free float, transparansi, tata kelola & penegakan hukum, hingga sinergitas antar lembaga.

Nah, untuk mewujudkannya, ada delapan langkah strategis yang bakal segera dijalankan. Pertama, soal free float. Ambang batas saham beredar di publik akan dinaikkan drastis dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Bagi perusahaan baru, aturan ini langsung berlaku. Emiten lama dapat masa transisi.

Kedua, transparansi kepemilikan. OJK akan memaksa keterbukaan soal siapa pemilik manfaat akhir di balik lapisan korporasi. Ini penting untuk mencegah manipulasi kepemilikan yang selama ini kerap jadi masalah.

Langkah ketiga adalah penguatan data kepemilikan saham. KSEI diperintahkan mendetailkan klasifikasi investor agar datanya lebih reliabel dan memenuhi standar internasional. Nantinya, data ini akan dipublikasikan secara terbuka lewat website BEI.

Keempat, demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Ini melanjutkan amanat undang-undang untuk mengubah struktur BEI agar lebih independen dan mengurangi benturan kepentingan, dengan membuka kepemilikan saham bagi pihak di luar broker.


Halaman:

Komentar