Dunia menyaksikan sebuah momen genting di Iran. Ayatollah Ali Khamenei, sang pemimpin tertinggi yang berkuasa puluhan tahun, tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel. Kematiannya bukan sekadar berita duka. Ia langsung memunculkan pertanyaan besar dan mendesak: siapa yang akan menggantikannya?
Menurut laporan dari Al-Jazeera dan CNN, rezim ulama di Tehran kini berada di bawah tekanan. Mereka harus mencari pengganti untuk sosok yang selama ini menjadi poros kekuasaan. Soalnya, Khamenei tak pernah mengumumkan secara resmi siapa penerusnya. Itu membuat situasi jadi makin rumit.
Nah, tugas berat ini jatuh ke pundak Majelis Pakar. Badan yang terdiri dari 88 ulama senior ini punya wewenang penuh untuk memilih pemimpin baru. Sejujurnya, mereka hampir tak punya pengalaman. Sejak Republik Islam berdiri tahun 1979, mereka cuma sekali melakukannya yaitu saat memilih Khamenei sendiri, dengan terburu-buru, setelah Ayatollah Khomeini wafat dulu.
Pemerintah Iran pasti akan berusaha mati-matian menunjukkan bahwa negara tetap stabil. Konon, para anggota majelis akan segera berkumpul untuk membahas nama-nama calon. Tapi, apakah mereka berani?
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Lindungi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Persis Solo Tekuk Persik Kediri 2-1, Peluang Bertahan di Liga 1 Masih Terbuka
Iran Sambut Positif Niat Prabowo Jadi Mediator di Timur Tengah
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik