Perbaikan Tanggul Muara Baru Masih Darurat, Pekerja: Ini Cuma Sementara

- Minggu, 07 Desember 2025 | 12:06 WIB
Perbaikan Tanggul Muara Baru Masih Darurat, Pekerja: Ini Cuma Sementara

Sabtu lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tanggul yang bocor di Muara Baru sudah diperbaiki. Pernyataan itu disampaikannya pada tanggal 6 Desember.

Namun begitu, kondisi di lapangan ternyata tak semulus pengumuman itu. Saat tim media mendatangi lokasi keesokan harinya, Minggu (7/12), aktivitas perbaikan masih berlangsung cukup intens. Beberapa petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara terlihat sibuk menambal retakan dengan karung pasir dan semen. Upaya mereka tampak seperti kerja darurat, menanggulangi kebocoran yang masih mengancam.

Seorang petugas di lokasi mengaku, pekerjaan yang mereka lakukan sifatnya sangat sementara.

"Kami harus menanggulangi dulu sementara waktu. Sebenarnya ini bukan milik kami, Pemprov ini membantu," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa rencana perbaikan permanen masih menunggu.

"Sementara sampai Desember, kami menindaklanjuti dengan ini. Rencana ke depannya seperti pengecoran, mungkin ada lagi," jelasnya.

Di sisi lain, pantauan di lokasi menunjukkan proses penambalan dilakukan dengan cara mengeruk tanah di sekitar struktur yang rusak. Tanah hasil kerukan itu kemudian ditumpuk sepanjang bagian tanggul yang retak. Meski sudah ditimbun, air laut masih saja merembes di beberapa titik yang belum terjangkau, membuktikan bahwa tekanan dari laut tetap kuat.

Lantas, apa sebenarnya penyebab utama kebocoran ini? Menurut Kasudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, akar masalahnya ada dua. Pertama, tekanan air laut yang memang tinggi. Kedua, korosi pada beton akibat paparan zat klorin dari air laut yang terus-menerus.

Herisuandi menegaskan hal ini saat ditemui di Tanggul Laut Muara Baru pada Jumat (5/12).

"Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut," katanya.

Faktor lingkungan, tuturnya, turut memperburuk kondisi struktur yang sudah tua itu. Belum lagi isu pemanasan global yang diam-diam berkontribusi pada naiknya debit dan ketinggian air laut, memberi beban ekstra pada pertahanan pantai yang sudah rapuh.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar