Hasil survei dari Dinas Kesehatan Kota Bandung mengungkap temuan yang cukup mencengangkan. Sekitar 75 ribu pelajar, mulai dari tingkat SD sampai SMA, terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Angka itu tentu bukan jumlah yang kecil.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui pihaknya harus hati-hati menyikapi data ini. "Angkanya 75 ribu. Ini bukan kecil. Tapi kita juga hati-hati menyikapinya," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurut Farhan, tantangan terberat justru sering datang dari rumah. Banyak orang tua, katanya, cenderung menyangkal. Mereka merasa anak-anak mereka baik-baik saja, enggan mengakui kemungkinan adanya masalah yang lebih serius.
"Ketika bicara gangguan mental, kita sering lihat ke anak orang lain. Jarang yang refleksi ke diri sendiri, jangan-jangan anak saya," kata Farhan.
Karena itu, Pemkot Bandung tak akan mengumbar data ini sembarangan. Pendekatannya akan bertahap, pelan-pelan, agar tidak justru memicu kepanikan di masyarakat. "Ini masuknya pelan-pelan. Tidak pakai kampanye besar-besaran," tegasnya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Peringatkan Ketegangan Selat Hormuz Ancam Stabilitas Harga Minyak Indonesia
Golkar Desak PBB Ambil Langkah Konkret Hentikan Perang di Timur Tengah
TikToker Shella Ganiswara Minta Maaf Usai Gimmick Jadi Lisa BLACKPINK Picu Kontroversi
Wakil Ketua MPR Desak Perlindungan Penuh bagi Penyandang Disabilitas