Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengintegrasian sistem kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Menurutnya, langkah ini merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat rasa aman dan kenyamanan warga ibu kota yang memerlukan sistem pemantauan terpadu.
Wibi menilai bahwa kamera pengawas yang tersebar di berbagai titik di Jakarta dapat menjadi kekuatan baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan sistem yang terhubung secara real-time, berbagai potensi gangguan seperti tindak kriminal, kemacetan, hingga kondisi darurat dapat terdeteksi dan ditangani dengan lebih cepat.
“Ini adalah langkah yang sangat ditunggu oleh masyarakat Jakarta,” ujar Wibi dalam keterangan tertulis pada Senin (8/6/2026). Ia menambahkan bahwa sinergi ini tidak hanya mendukung efektivitas pengawasan di ruang publik, tetapi juga memberikan rasa aman yang lebih besar bagi warga saat beraktivitas sehari-hari.
Lebih lanjut, politikus itu menjelaskan bahwa penyebaran CCTV secara terintegrasi akan memudahkan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk kejahatan jalanan seperti begal dan jambret. Sistem ini juga diharapkan mampu mengawasi titik-titik kemacetan yang kerap menjadi keluhan warga.
“Dengan adanya integrasi tersebut, harapannya bisa menjadi solusi,” terang Wibi.
Di sisi lain, Wibi menekankan bahwa optimalisasi CCTV merupakan langkah realistis mengingat pengadaan kamera pengawas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ia mendorong pemanfaatan secara maksimal seluruh CCTV yang sudah ada melalui kerja sama lintas instansi.
“Tentu ini langkah konkret dan meringankan masyarakat,” tambahnya.
Wibi juga menegaskan bahwa perlindungan keamanan harus bersifat menyeluruh, mencakup masyarakat lokal maupun warga negara asing (WNA) yang beraktivitas di Jakarta. Menurutnya, integrasi CCTV akan membantu Polda Metro Jaya dalam mempercepat respons terhadap gangguan keamanan serta memperkuat penegakan hukum di ibu kota.
“Mudah-mudahan kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, terbantu. Penegakan hukum di Jakarta juga semakin baik,” pungkas Wibi. Melalui penguatan kolaborasi ini, Jakarta diharapkan dapat menjadi kota yang lebih tertib, responsif, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Artikel Terkait
Wakil Kepala BGN Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI Usai Dilantik Prabowo
KPK OTT Bupati Muara Enim dan Sembilan Orang Lain di Sumsel dan Jakarta
Pemerintah Usul Beda Usia Pensiun Polri, Tamtama-Bintara 59 Tahun dan Perwira 60 Tahun
Said Iqbal Buka Alasan Terima Jabatan Penasihat Khusus Prabowo: Perjuangkan Buruh dari Dalam Pemerintahan