JAKARTA – Pagi itu di Cakung Timur, Jakarta Timur, suasana lalu lintas berubah kacau. Sekelompok besar pengendara motor terlihat nekat melawan arus. Mereka bergerak santai, memaksa kendaraan dari arah lawan minggir dan mengalah. Kejadian yang terekam dan viral di media sosial ini benar-benar mempertontonkan arogansi di jalan raya.
Menurut video yang beredar, insiden ini terjadi pada Senin (2/3/2026) pagi. Yang membuat geram, aksi para pemotor itu berlangsung tanpa ada yang berusaha menghentikan. Mereka seperti merasa kebal, melenggang di jalur yang salah dengan tenangnya.
Menanggapi hal ini, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Eko Aprihanto, menjelaskan upaya yang telah dilakukan petugas. Saat dihubungi, Eko menyebut bahwa pihaknya sebenarnya sudah turun tangan untuk mengurai kemacetan dan kekacauan pagi tadi.
“Cuma masyarakat ini rame-rame gitu, itu nggak lama sebetulnya. Jadi masuk lagi ke jalurnya. Kita urus ada dua perempatan, pertama yang dari dalam, kedua dari arah KBN itu di situ kita atur,”
Begitu penjelasan Eko.
Dia melanjutkan, fokus petugas juga terbagi ke beberapa titik rawan di sekitar lokasi kejadian. Aksi massa yang melawan arah itu sendiri, menurutnya, berlangsung sekitar tiga puluh menit. Cukup untuk membuat situasi jadi semrawut.
“Nggak lama meluap, cuma setengah jam. Kita mau memberi tindakan kebetulan traffic light mati cuma nyala yang kuning aja,”
tambahnya.
Di sisi lain, jumlah personel yang berjaga saat itu terbatas. Hanya tiga anggota polisi lalu lintas yang bertugas mengamankan area. Karena aturan tilang sekarang hanya berlaku secara elektronik (e-TLE), tindakan yang bisa diberikan pun terbatas pada teguran lisan.
“Sementara kita beri tindakan teguran saja. Semua tindakan tilang pakai e-TLE,” ujar Eko.
Ia menutup penjelasan dengan menyebut puncak kerumunan terjadi antara pukul 6 hingga 7 pagi. Anggotanya sendiri sudah siaga sejak jam 6. “Paling lama itu jam 9, setelah jam 9 landai. Pokoknya jam 6-7 banyak kegiatan di situ, anggota dari jam 6 sudah berdiri,” pungkas AKP Eko Aprihanto.
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran
Menteri ESDM: Indonesia Kejar Pasokan Minyak Mentah dari Rusia untuk Tutupi Defisit Energi
Kemenperin Antisipasi Gangguan Rantai Pasok Petrokimia Akibat Gejolak Selat Hormuz
Kementerian Kehutanan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Cegah Karhutla